Indonesia dan Belarus Luncurkan Peta Jalan Kerja Sama 2026–2030, Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 01:51 WIB

40124 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Aleksandr Lukashenko berjalan bersama dalam rangkaian upacara penyambutan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 2 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Aleksandr Lukashenko berjalan bersama dalam rangkaian upacara penyambutan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 2 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres.

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai kerangka strategis pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan. Kesepakatan tersebut diumumkan usai pertemuan bilateral kedua kepala negara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Peluncuran peta jalan itu menjadi salah satu hasil utama kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko ke Indonesia sekaligus menandai komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis.

Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo mengatakan kunjungan Presiden Lukashenko mencerminkan semakin eratnya hubungan Indonesia dan Belarus di tengah dinamika global yang terus berkembang.

“Kunjungan ini menandakan semakin erat hubungan persahabatan Indonesia dan Belarus di tengah dinamika situasi global yang terus berkembang dengan penuh ketidakpastian. Belarus adalah mitra penting bagi Indonesia di kawasan Eurasia, dan kami menghargai hubungan yang terus berkembang atas dasar saling menghormati serta saling menguntungkan,” ujar Presiden Prabowo.

Menurut Prabowo, kedua negara sepakat menjadikan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai pedoman untuk mewujudkan kolaborasi yang lebih terarah, konkret, dan memberikan manfaat nyata.

“Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun kerja sama yang lebih terarah dan konkret,” katanya.

Dalam sektor ketahanan pangan, Indonesia dan Belarus sepakat memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk, alat dan mesin pertanian, teknologi pertanian, serta alat berat guna mendukung pembangunan sektor pangan yang berkelanjutan.

Selain itu, kedua negara juga berkomitmen memperluas kemitraan di bidang industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta pengembangan teknologi.

Di sektor perdagangan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas selesainya proses ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) oleh Belarus.

“Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut,” ujar Prabowo.

Pada sektor industri, kedua pemimpin melihat peluang peningkatan investasi melalui pembentukan usaha patungan (joint venture) antara pelaku usaha Indonesia dan Belarus, terutama di bidang manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri.

Kerja sama juga akan diperluas pada bidang sosial, budaya, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia melalui program pertukaran budaya, kolaborasi antarlembaga pendidikan, dan pelatihan vokasi.

Selain membahas hubungan bilateral, Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko turut bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan global. Kedua kepala negara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko dan menyatakan komitmennya untuk melakukan kunjungan balasan ke Belarus.

“Saya yakin momentum ini akan semakin memperkuat kemitraan Indonesia dan Belarus serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan hasil nyata yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat kedua negara,” tutup Presiden Prabowo. (RE/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru