Presiden Prabowo Tegaskan Pembenahan Kebocoran Ekonomi untuk Lindungi Kekayaan Negara

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 20 Juli 2026 - 19:20 WIB

4055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026.

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola perekonomian nasional dengan menutup berbagai praktik yang dinilai berpotensi menyebabkan kebocoran kekayaan negara. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026).

Dalam arahannya, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pembenahan di berbagai sektor guna memastikan kekayaan nasional dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat. Menurutnya, praktik-praktik yang berpotensi merugikan negara tidak boleh dibiarkan berlangsung karena berdampak terhadap kesejahteraan rakyat.

Presiden menyoroti sejumlah praktik dalam aktivitas ekonomi dan perdagangan yang disebut berkontribusi terhadap kebocoran penerimaan negara, seperti dugaan underinvoicing (pelaporan nilai transaksi di bawah nilai sebenarnya), pemalsuan dokumen perdagangan, transfer pricing yang tidak sesuai ketentuan, serta penyelundupan.

“Terjadi distorsi terhadap perekonomian kita. Kekayaan negara mengalir keluar dalam jumlah yang sangat besar akibat praktik-praktik seperti underinvoicing, pemalsuan laporan perdagangan, transfer pricing, hingga penyelundupan. Hal-hal seperti ini tidak adil bagi bangsa kita,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa informasi mengenai persoalan tersebut tidak hanya bersumber dari data pemerintah, tetapi juga mengacu pada berbagai laporan lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurutnya, berbagai kalangan, baik pelaku ekonomi di dalam negeri maupun di tingkat internasional, telah lama mengetahui persoalan tersebut.

Sebagai contoh, Presiden menyinggung kondisi ketika Indonesia yang merupakan salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia pernah mengalami kelangkaan minyak goreng. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya pembenahan tata kelola agar distribusi dan pemanfaatan sumber daya nasional dapat berjalan lebih efektif.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Presiden menegaskan bahwa pemerintah menerima mandat dari rakyat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan strategis yang selama ini dinilai menghambat kemajuan bangsa.

“Kalau kebocoran kekayaan Indonesia dalam jumlah sangat besar dibiarkan terus terjadi, tentu akan berdampak terhadap masa depan bangsa. Karena itu, persoalan ini harus kita selesaikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyampaikan bahwa selama sekitar 18 bulan masa pemerintahannya, berbagai persoalan strategis mulai menunjukkan perkembangan positif. Ia menyebut pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 100 persoalan prioritas yang sebelumnya memerlukan perhatian lintas sektor.

“Kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah. Dalam kurun waktu pemerintahan ini, banyak persoalan yang telah berhasil kita selesaikan. Berdasarkan evaluasi terakhir, jumlahnya telah melampaui 100 persoalan strategis,” ungkap Presiden.

Presiden berharap seluruh jajaran kabinet terus menjaga semangat kerja, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan agar setiap langkah pembenahan yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. (AP/red)

Berita Terkait

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo
Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat
Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba
Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi
Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan
Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM
Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:37 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 23:32 WIB

Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 22:35 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG

Berita Terbaru