ATAPKOTA.COM, DAIRI – Kontingen Sanggar Moccak Pakpak Kabupaten Aceh Singkil berhasil menorehkan prestasi gemilang setelah keluar sebagai Juara Umum I pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Piala TAMPAK Ke-II Tahun 2026.
Prestasi tersebut diraih setelah tim asal Aceh Singkil tampil dominan dengan mengumpulkan 24 medali, terdiri dari 15 medali emas, 5 medali perak, dan 4 medali perunggu dari total 25 atlet yang diturunkan dalam kejuaraan tersebut.
Kejuaraan pencak silat tingkat regional itu berlangsung di GOR Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, pada 22–24 Juli 2026. Selain pertandingan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Besar Tatak Moccak Pakpak periode 2026–2030.
Ketua Sanggar Moccak Pakpak Kabupaten Aceh Singkil, Penatar L. Berutu, S.ST., M.I.Kom., yang akrab disapa Natar Berutu, mengatakan keikutsertaan dalam kejuaraan tersebut bukan hanya bertujuan mengejar prestasi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan seni budaya tradisi Tatak Moccak Pakpak serta pencak silat.
Menurutnya, keberhasilan para atlet merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat menjaga identitas budaya daerah.
“Alhamdulillah, prestasi ini adalah hadiah indah bagi seluruh masyarakat Kabupaten Aceh Singkil. Anak-anak telah membuktikan bahwa dengan niat, tekad, dan kerja keras, kita mampu berdiri tegak serta mengukir prestasi di daerah tetangga,” ujar Natar Berutu, Sabtu (25/7/2026).
Ia menegaskan, capaian tersebut bukan hanya tentang kemenangan meraih piala, tetapi juga menjadi bukti komitmen generasi muda dalam mempertahankan seni tradisi daerah.
“Kemenangan ini bukan sekadar meraih piala, melainkan bentuk komitmen kita dalam menjaga serta melestarikan seni tradisi daerah,” tambahnya.
Natar Berutu berharap prestasi tersebut dapat menjadi perhatian bersama, khususnya Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, agar pembinaan atlet muda dan pelestarian budaya lokal dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak sangat diperlukan agar potensi generasi muda di bidang olahraga dan seni budaya dapat berkembang lebih maksimal.
Pelatih Sanggar Moccak Pakpak Aceh Singkil, Gunawan Berutu, menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan para atlet yang tampil dalam kejuaraan tersebut.
Ia menilai keberhasilan meraih predikat juara umum tidak terlepas dari kedisiplinan, fokus, serta sistem pembinaan yang diterapkan selama proses latihan.
“Anak-anak bertanding dengan luar biasa, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjalankan instruksi dengan fokus. Dari 25 atlet yang kita boyong, hampir seluruhnya menyumbang medali,” ujar Gunawan.
Ia menyebutkan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini mampu menghasilkan atlet-atlet muda yang kompetitif.
“Raihan Juara Umum ini membuktikan efektivitas sistem pembinaan yang kita jalankan,” katanya.
Dengan prestasi tersebut, Sanggar Moccak Pakpak Kabupaten Aceh Singkil tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam bidang olahraga pencak silat, tetapi juga memperkuat perannya sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus pelestari budaya lokal.
Laporan : Dalian bancin-atapkota.

































