ATAPKOTA.COM, PAPUA BARAT – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung kondisi Pasar Wosi di Manokwari, Papua Barat, Rabu pagi (5/11/2025). Kunjungan ini bertujuan memastikan stabilitas harga bahan pokok sekaligus meninjau infrastruktur pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah memperkuat ketahanan pangan, menjaga daya beli masyarakat, dan memperhatikan sarana pendukung ekonomi rakyat, khususnya di wilayah timur Indonesia.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 08.00 WIT, Wapres Gibran langsung menyapa para pedagang dan meninjau area yang menjual kebutuhan pokok serta sayur-mayur. Ia berbincang akrab dengan sejumlah pedagang mengenai ketersediaan bahan pangan dan perkembangan harga di lapangan.
Selain itu, Wapres juga menanyakan kondisi perdagangan menjelang akhir tahun, termasuk pasokan sembako, sayuran, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Berdasarkan data, Pasar Wosi memiliki 3.063 pedagang, terdiri atas pedagang sayur (1.631 orang), pedagang pakaian, aksesoris, sepatu, dan sandal (1.355 orang), serta pedagang sembako (35 orang), jasa pengetikan (25 orang), dan penjahit (17 orang).
Salah satu pedagang, Lahoma (73), mengaku senang bisa berbincang langsung dengan Wapres.
“Tadi Mas Wapres tanya-tanya harga,” ujarnya sambil tersenyum.
Lahoma menuturkan, ia telah berjualan di Pasar Wosi selama 20 tahun, bahkan sejak pasar tersebut belum resmi berdiri.
“Saya senang sekali bisa ketemu Mas Wapres,” katanya.
Pedagang lainnya, Rinche Endo (33), turut bahagia saat dagangannya dibeli langsung oleh Wapres. Rinche yang menjual hasil kebun seperti jagung, ubi, dan rica mengaku tidak menyangka akan dikunjungi Wapres.
“Rasanya senang sekali, orang beli begini senang,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, Wapres Gibran menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lancar dan harga bahan pokok tetap terjangkau. Kegiatan tersebut juga memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pedagang kecil dan stabilitas ekonomi daerah. (AK1)
































