ATAPKOTA.COM, TAPUT – Di tengah duka akibat banjir dan tanah longsor, semangat kebersamaan dan pengharapan terpancar kuat di Gereja HKBP Adiankoting Jae, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara.
Perayaan Natal bersama Bhayangkari dan masyarakat terdampak bencana ini meneguhkan kehadiran Polda Sumatera Utara sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat masyarakat dalam situasi sulit.
Acara dihadiri langsung Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, bersama Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Utara, Ny. Mona Whisnu Hermawan, jajaran pejabat utama Polda Sumut, pengurus Bhayangkari, unsur Polres Tapanuli Utara, tokoh gereja, serta masyarakat Adiankoting. Sedikitnya 850 warga terdampak bencana mengikuti rangkaian ibadah Natal dengan penuh khidmat.
Ibadah Natal berlangsung hangat, diisi puji-pujian, persembahan dari Polwan, serta penyalaan lilin Natal sebagai simbol terang dan harapan di tengah kegelapan.
Renungan Natal disampaikan oleh Pdt. Donal Pieter Sinaga, M.A., M.Ag., yang mengajak jemaat tetap teguh dalam iman, saling menguatkan, dan tidak kehilangan harapan meski menghadapi cobaan berat.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumatera Utara menekankan bahwa perayaan Natal bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata kepedulian dan empati Polri kepada masyarakat.
“Di tengah musibah banjir dan longsor yang melanda Adiankoting, kami memastikan masyarakat tidak sendiri. Polri bersama Bhayangkari hadir untuk berbagi kasih, menguatkan iman, serta menumbuhkan kembali semangat dan harapan,” ujar Kapolda.
Usai ibadah, Kapolda Sumut dan Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Utara menyerahkan bingkisan Natal dan bantuan sosial secara simbolis kepada warga terdampak bencana, termasuk bingkisan khusus untuk anak-anak. Momen ini berlangsung haru, mencerminkan ikatan emosional yang kuat antara Polri dan masyarakat.
Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Sumut dan Bhayangkari untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan dan sosial. Natal menjadi momentum tepat untuk meneguhkan nilai kasih, solidaritas, dan kepedulian.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan makan siang kebersamaan, menandai kuatnya semangat persaudaraan di antara seluruh peserta. Pengamanan dan pengawalan berlangsung aman hingga rombongan Kapolda Sumut melanjutkan perjalanan ke Tarutung.
Perayaan Natal penuh makna ini menegaskan pesan Polda Sumut dan Bhayangkari bahwa di tengah duka selalu ada harapan, dan negara hadir melalui Polri untuk merangkul, menguatkan, serta menyalakan kembali semangat hidup masyarakat Adiankoting. (AP)

































