ATAPKOTA.COM, SWISS – Suasana hangat dan penuh kebanggaan menyertai ketibaan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Bad Ragaz, Swiss, Rabu, 21 Januari 2026. Meski berada di tengah udara musim dingin, sejumlah diaspora Indonesia tetap menyambut kehadiran Kepala Negara dengan penuh antusias.
Sesaat setelah tiba di hotel tempatnya bermalam, dua anak Indonesia, Tanaya dan Narendra, menyerahkan bunga tangan kepada Presiden Prabowo. Senyum Presiden dan kepolosan kedua anak tersebut menciptakan momen sederhana namun sarat makna kebersamaan antara pemimpin negara dan warga Indonesia di luar negeri.
“Happy banget,” ujar Tanaya dan Narendra usai bertemu dan menyerahkan bunga kepada Presiden Prabowo.
Salah satu diaspora yang hadir, Pardi, yang telah menetap dan bekerja di Basel selama 31 tahun, mengaku bahagia dapat bertemu langsung dengan Presiden. Ia mengatakan bahwa kehadirannya di Bad Ragaz bersama diaspora lainnya memang dikhususkan untuk menyambut kedatangan Kepala Negara.
“Saya senang Pak Prabowo bisa hadir ke Swiss. Akhirnya, karena kita sudah lama, sejak tahun lalu, menantikannya,” kata Pardi.
Antusiasme juga datang dari kalangan mahasiswa Indonesia. Sakti, mahasiswa Universitas Zurich, mengaku sempat merasa gugup saat bersalaman dengan Presiden Prabowo.
“Saya pasti deg-degan. Saat bersalaman, saya menyampaikan ‘schönen Abend’ karena saya tahu Bapak bisa berbahasa Jerman. Saya juga menyampaikan bahwa kami adalah mahasiswa Indonesia di Swiss dan Liechtenstein yang tergabung dalam PPI Swiss dan Liechtenstein,” ujar Sakti.
Lebih lanjut, Sakti berharap kunjungan Presiden Prabowo ke Swiss dalam rangka menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 dapat membawa dampak konkret bagi Indonesia, khususnya di bidang investasi dan pembangunan berkelanjutan.
“Semoga Indonesia mendapatkan investasi yang baik dan berkelanjutan, sehingga kita bisa berkembang bersama, meningkatkan sumber daya manusia, serta memanfaatkan sumber daya alam secara lebih berkelanjutan demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Justin, mahasiswa ETH Zurich, menyampaikan rasa hormat kepada Presiden Prabowo sekaligus harapan agar diaspora Indonesia di Swiss dapat berkontribusi lebih besar bagi pembangunan nasional.
“Saya berharap diaspora Indonesia di Swiss bisa ikut membantu membangun Indonesia, sehingga impian Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” ucap Justin.
Kehadiran Presiden Prabowo di Swiss tidak hanya menjadi agenda diplomasi internasional, tetapi juga menghadirkan momen kebersamaan yang mempererat hubungan emosional antara negara dan warganya di luar negeri. (*)

































