Rakor Nasional Bahas Huntap, Bobby Nasution Minta Data Penerima Segera Divalidasi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 21:45 WIB

40166 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menghadiri Rapat Koordinasi Pendataan Hunian Tetap bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumut secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting di Ruang Kerja Lantai 10 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Kota Medan, Rabu (15/4/2026).

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menghadiri Rapat Koordinasi Pendataan Hunian Tetap bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumut secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting di Ruang Kerja Lantai 10 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Kota Medan, Rabu (15/4/2026).

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana dengan menitikberatkan pada validasi data penerima manfaat. Langkah ini mengemuka dalam rapat koordinasi pendataan huntap untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang digelar secara daring, Rabu, 15 April 2026.

Rapat tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.

Dalam arahannya, Tito menekankan pentingnya percepatan penyediaan data yang akurat dan terverifikasi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan.

“Kami mendorong agar data penerima manfaat segera disampaikan secara spesifik, sehingga proses validasi dapat dilakukan dan pembangunan hunian tetap bisa dipercepat,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah, khususnya gubernur dan bupati/wali kota, segera mengajukan data calon penerima manfaat. Menurut dia, realisasi pembangunan akan diprioritaskan pada daerah yang telah melengkapi data tersebut.

Tito menjelaskan, pembangunan huntap akan dilakukan melalui tiga skema, yakni pembangunan di lokasi asal (insitu), relokasi mandiri ke lahan baru (eksitu mandiri), dan relokasi komunal dalam satu kawasan terpadu (eksitu komunal).

Secara nasional, pemerintah pusat mencatat rencana pembangunan sebanyak 39.016 unit huntap di tiga provinsi. Dari jumlah itu, 3.221 unit direncanakan melalui skema insitu, 7.091 unit eksitu mandiri, dan 6.996 unit eksitu komunal.

Untuk Sumatera Utara, pemerintah daerah mengajukan rencana pembangunan sebanyak 7.321 unit, dengan target realisasi 6.350 unit. Rinciannya meliputi 1.478 unit insitu, 851 unit eksitu mandiri, dan 4.021 unit eksitu komunal.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mempercepat proses tersebut. Ia menyebut percepatan dilakukan melalui verifikasi data korban, penyediaan lahan, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Menurut Bobby, pemerintah daerah juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bencana guna memastikan proses pemulihan berjalan sesuai rencana.

Selain itu, koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemerintah kabupaten/kota terus diperkuat, termasuk dalam hal dukungan anggaran penanganan pascabencana.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, serta Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, bersama sejumlah kepala daerah dan instansi terkait.

Hingga kini, pemerintah belum merinci target waktu penyelesaian seluruh unit huntap tersebut, namun percepatan validasi data dinilai menjadi kunci utama agar pembangunan dapat segera direalisasikan di lapangan. (AP/red)

Berita Terkait

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo
Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat
Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba
Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi
Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan
Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM
Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:37 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 23:32 WIB

Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 22:35 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG

Berita Terbaru