Dari “Babad Alas” ke Dunia Nyata: Rico Waas dan Bima Arya Bekali Mahasiswa USU Jadi Pemimpin

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 19:25 WIB

4053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peran sebagai pemimpin masa depan dalam kegiatan bedah buku Babad Alas karya Bima Arya Sugiarto yang digelar di Gedung Digital Learning Center Universitas Sumatera Utara, Kamis, 30 April 2026.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peran sebagai pemimpin masa depan dalam kegiatan bedah buku Babad Alas karya Bima Arya Sugiarto yang digelar di Gedung Digital Learning Center Universitas Sumatera Utara, Kamis, 30 April 2026.

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peran sebagai pemimpin masa depan dalam kegiatan bedah buku Babad Alas karya Bima Arya Sugiarto yang digelar di Gedung Digital Learning Center Universitas Sumatera Utara, Kamis, 30 April 2026.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bima Arya Sugiarto bersama istri, Rektor Universitas Sumatera Utara, Muryanto Amin, serta ratusan mahasiswa, khususnya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Dalam forum tersebut, Rico Tri Putra Bayu Waas menilai buku Babad Alas tidak sekadar memuat kisah pribadi, tetapi juga mencerminkan perjalanan kepemimpinan yang relevan bagi generasi muda. Ia mengajak mahasiswa untuk mulai membangun visi kepemimpinan sejak dini.

Ia menyatakan bahwa kebutuhan akan pemimpin yang berkualitas menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

“Ke depan, peran kepemimpinan akan sangat ditentukan oleh anak muda yang memiliki kesiapan dan integritas,” ujarnya.

Sementara itu, Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa fondasi utama seorang pemimpin terletak pada ideologi yang kuat. Menurutnya, ideologi menjadi arah dalam berpikir dan bertindak, sekaligus penopang konsistensi dalam mengambil kebijakan.

Ia menjelaskan bahwa pandangan tersebut terbentuk dari pemikiran sejumlah tokoh, seperti Soe Hok Gie, Arief Budiman, Nurcholish Madjid, hingga Abdurrahman Wahid, yang menurutnya memberi perspektif tentang keberagaman, keberanian, dan integritas.

Selain ideologi, ia menyoroti pentingnya strategi dalam menjalankan kepemimpinan. Salah satu pendekatan yang ia gunakan adalah konsep “mencicil harapan”, yakni menghadirkan perubahan secara bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sejak awal masa jabatan.

“Pemimpin berperan sebagai pengelola harapan publik. Karena itu, realisasi program perlu dilakukan secara terukur dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kemampuan pemimpin dalam mengelola berbagai kepentingan, baik dari unsur pemerintah, aparat, maupun masyarakat. Dalam konteks tersebut, pemimpin dinilai perlu memiliki batasan yang jelas agar tetap menjaga integritas.

Lebih lanjut, ia menyebut dukungan politik perlu dibangun secara seimbang, mencakup kelompok akar rumput, kelas menengah, hingga elit, guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan kepemimpinan.

Dalam pengelolaan birokrasi, pendekatan terhadap sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Menurutnya, pemahaman terhadap karakter individu dalam organisasi dapat meningkatkan efektivitas kerja tim.

Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif mahasiswa. Forum ini tidak hanya menjadi ruang literasi, tetapi juga sarana refleksi bagi generasi muda dalam memahami nilai, tantangan, dan praktik kepemimpinan di lapangan. (Mery/red)

Berita Terkait

Wakil Bupati Asahan Tegaskan Pengusaha Kayu Patuhi Tonase
Sat Narkoba Belawan Gerebek Rumah, 7 Orang Diamankan Termasuk Anak di Bawah Umur
Turun ke Sawah, Bupati Samosir Tanam Bawang Putih Bantuan Kementan
Terima Audiensi Yayasan Abdi Sabda, Rico Waas Tekankan Peran Pendidikan Keagamaan
Dana Kelurahan Dimanfaatkan, Kader Posyandu Sumber Jaya Dibekali Bimtek untuk Tingkatkan Layanan
Terima Audiensi Pomparan Raja Silahisabungan, Rico Waas Soroti Ancaman Budaya di Era Digital
Aroma Busuk Diduga dari Limbah Restoran di Jalan Sudirman, Warga Minta Pemerintah Bertindak
Santri Harus Melek Teknologi, Wapres Gibran Tinjau Pelatihan AI di Pondok Tremas

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 22:08 WIB

Wakil Bupati Asahan Tegaskan Pengusaha Kayu Patuhi Tonase

Kamis, 30 April 2026 - 22:02 WIB

Sat Narkoba Belawan Gerebek Rumah, 7 Orang Diamankan Termasuk Anak di Bawah Umur

Kamis, 30 April 2026 - 20:25 WIB

Turun ke Sawah, Bupati Samosir Tanam Bawang Putih Bantuan Kementan

Kamis, 30 April 2026 - 20:15 WIB

Terima Audiensi Yayasan Abdi Sabda, Rico Waas Tekankan Peran Pendidikan Keagamaan

Kamis, 30 April 2026 - 19:44 WIB

Dana Kelurahan Dimanfaatkan, Kader Posyandu Sumber Jaya Dibekali Bimtek untuk Tingkatkan Layanan

Kamis, 30 April 2026 - 19:25 WIB

Dari “Babad Alas” ke Dunia Nyata: Rico Waas dan Bima Arya Bekali Mahasiswa USU Jadi Pemimpin

Kamis, 30 April 2026 - 19:18 WIB

Aroma Busuk Diduga dari Limbah Restoran di Jalan Sudirman, Warga Minta Pemerintah Bertindak

Kamis, 30 April 2026 - 18:32 WIB

Santri Harus Melek Teknologi, Wapres Gibran Tinjau Pelatihan AI di Pondok Tremas

Berita Terbaru

Salah satu truk pengangkut kayu di Desa Suka Damai, Kecamatan Pulo Bandring, Kamis (30 April 2026).

ASAHAN

Wakil Bupati Asahan Tegaskan Pengusaha Kayu Patuhi Tonase

Kamis, 30 Apr 2026 - 22:08 WIB