ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Muhammad Agus Hendri, yang turut kabur dari Yayasan Rehabilitasi Rindung di Jalan Rindung, Kota Pematangsiantar, mengungkap dugaan adanya puluhan penghuni yang meninggal dunia selama dirinya menjalani rehabilitasi.
Agus mengaku telah berada di tempat rehabilitasi tersebut selama dua tahun tiga bulan. Ia mengatakan dirinya bersama sembilan penghuni lain sempat mencoba melarikan diri, namun hanya tujuh orang yang berhasil keluar.
“Kami lari ke arah Jalan Pisang Kipas lalu naik Grab menuju Jalan Voli,” ujarnya. Senin, 18 Mei 2026.
Selain mengaku mengalami pemukulan, Agus juga menyebut pernah membantu memandikan jenazah penghuni yang meninggal dunia di lokasi tersebut.
“Selama saya di sana, sekitar 40 orang meninggal,” katanya.
Agus mengatakan biaya rehabilitasi yang dibayarkan berkisar antara Rp 1,7 juta hingga Rp 2 juta per bulan.
Para mantan penghuni berharap media, aparat penegak hukum, dinas terkait, dan pemerintah segera melakukan investigasi menyeluruh di tempat rehabilitasi tersebut. (AP/red)
Baca Sebelumnya :
Eks Penghuni Sebut Tak Ada HAM: “Binatang Saja Tidak Seperti Itu”

































