Penghuni Ungkap Dugaan Kematian Puluhan Orang di Panti Rehabilitasi Pematangsiantar

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 20:50 WIB

40358 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Agus, salah seorang eks penghuni salah satu panti Rehabilitasi.

Muhammad Agus, salah seorang eks penghuni salah satu panti Rehabilitasi.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Muhammad Agus Hendri, yang turut kabur dari Yayasan Rehabilitasi Rindung di Jalan Rindung, Kota Pematangsiantar, mengungkap dugaan adanya puluhan penghuni yang meninggal dunia selama dirinya menjalani rehabilitasi.

Agus mengaku telah berada di tempat rehabilitasi tersebut selama dua tahun tiga bulan. Ia mengatakan dirinya bersama sembilan penghuni lain sempat mencoba melarikan diri, namun hanya tujuh orang yang berhasil keluar.

“Kami lari ke arah Jalan Pisang Kipas lalu naik Grab menuju Jalan Voli,” ujarnya. Senin, 18 Mei 2026.

Selain mengaku mengalami pemukulan, Agus juga menyebut pernah membantu memandikan jenazah penghuni yang meninggal dunia di lokasi tersebut.

“Selama saya di sana, sekitar 40 orang meninggal,” katanya.

Agus mengatakan biaya rehabilitasi yang dibayarkan berkisar antara Rp 1,7 juta hingga Rp 2 juta per bulan.

Para mantan penghuni berharap media, aparat penegak hukum, dinas terkait, dan pemerintah segera melakukan investigasi menyeluruh di tempat rehabilitasi tersebut. (AP/red)

Baca Sebelumnya : 

Eks Penghuni Sebut Tak Ada HAM: “Binatang Saja Tidak Seperti Itu”

Berita Terkait

Kejar-kejaran di Pematangsiantar, Dua Warga Sumbar Diamankan Polisi Setelah Mobil Diduga Tabrak Sejumlah Pengguna Jalan
Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng
Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural
Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong
Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi
Wapres Gibran Temui Pengungsi Gempa Sikka, Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kelompok Rentan Terpenuhi
Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki
Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Kejar-kejaran di Pematangsiantar, Dua Warga Sumbar Diamankan Polisi Setelah Mobil Diduga Tabrak Sejumlah Pengguna Jalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana

Berita Terbaru