ATAPKOTA, JAKARTA – Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) terus membuktikan eksistensinya. Pada HUT ke-12 sekaligus Kongres Nasional di Padepokan Pencak Silat Indonesia, Kamis (19/6/2025), Bara JP tidak hanya merayakan perjalanan panjang organisasi, tetapi juga menetapkan arah baru perjuangan.
Dalam sidang yang berlangsung dinamis, Sekretaris DPD Bara JP Provinsi Bengkulu, R. Dini Hasanah, S.H., dengan tegas membacakan Pembukaan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Bara JP. Pembacaan ini menjadi simbol komitmen organisasi terhadap garis ideologis dan perjuangan rakyat.
“Kami membaca bukan sekadar teks, melainkan komitmen juang. Setiap pasal adalah janji kami kepada rakyat,” ujar Dini Hasanah kepada wartawan. Kamis, (19/6) malam.
Tak kalah penting, Kongres ini menetapkan Frans Ansanay sebagai Ketua Umum Bara JP periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi, menunjukkan soliditas internal yang kuat dan kesadaran kolektif akan pentingnya satu komando dalam gerakan relawan nasional.
Momentum ini sekaligus meneguhkan transformasi Bara JP dari relawan Jokowi menjadi pelopor gerakan nasional Barisan Relawan Jalan Perubahan. Sejak kelahirannya pada 15 Juni 2013, Bara JP tidak pernah gentar menantang kemapanan dan terus bergerak dari bawah bersama rakyat.
“Kami bukan relawan musiman. Kami dilahirkan dari pergolakan sejarah, kami tumbuh karena panggilan zaman,” tegas Ketua DPD Bara JP Bengkulu, Endang Subandi.
Didampingi Sekretaris DPD David, Endang menyampaikan dukungan penuh atas terpilihnya Frans Ansanay.
“Selamat untuk Bung Frans Ansanay, Ketua Umum yang lahir dari semangat perubahan. Semoga Bara JP semakin solid dan Jaya demi Indonesia Emas 2045,” kata Endang.
Kongres ini juga menghidupkan kembali semangat pledoi “Indonesia Menggugat” yang pernah dibacakan Soekarno di Gedung Indonesia Menggugat, tempat awal Bara JP bermula. Organisasi ini lahir bukan dari ruang hampa, tetapi dari keprihatinan terhadap kemiskinan dan ketimpangan yang masih mengakar.
Kini, Bara JP menyatakan kesiapan penuh mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran dengan pendekatan kritis dan konstruktif. Mereka akan turun langsung ke akar rumput, membangun ekonomi kerakyatan, memperluas literasi, dan memperkuat struktur organisasi di seluruh Indonesia.
Dengan konsolidasi nasional yang kini semakin solid, Bara JP tidak hanya memperingati sejarah, mereka menulis babak baru perjuangan rakyat. (Andrew Panjaitan)






























