ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar menghadiri Upacara Penutupan Pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan Jenderal Soedirman, Rindam I/Bukit Barisan (I/BB), pada Jumat (31/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis, S.H. Upacara penutupan dipimpin Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa, yang diwakili Kepala Staf Kodam (Kasdam) I/Bukit Barisan, Brigadir Jenderal TNI Deki Santoso Pattinaya.
Pendidikan SPPI berlangsung selama 45 hari, mulai 17 Juni hingga 31 Juli 2026. Program tersebut terdiri atas 30 hari pelatihan bela negara dan 15 hari pelatihan manajerial sebagai bekal bagi peserta sebelum menjalankan penugasan di berbagai daerah.
Berdasarkan data panitia, secara nasional sebanyak 33.785 peserta dinyatakan lulus, terdiri atas 28.626 peserta KDKMP dan 5.159 peserta KNMP. Seluruh lulusan dipersiapkan untuk menjadi manajer sekaligus penggerak roda perekonomian di koperasi desa, koperasi kelurahan, serta kampung nelayan di berbagai wilayah Indonesia dengan masa penugasan sekitar dua tahun.
Dalam sambutan Menteri Pertahanan yang dibacakan Pangdam I/Bukit Barisan melalui Kasdam I/BB, disampaikan bahwa seluruh peserta yang telah menyelesaikan pendidikan dinyatakan siap menjalankan penugasan di berbagai daerah.
“Seluruh peserta di seluruh Indonesia, bukan hanya di Jakarta, yang telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan ini berjumlah 33.785 orang. Seluruhnya siap ditempatkan dan bekerja di KDKMP dan KNMP yang tersebar di seluruh Indonesia,” demikian kutipan sambutan Menteri Pertahanan yang dibacakan Kasdam I/BB.
Kasdam I/BB menjelaskan, setelah penutupan pendidikan, para lulusan akan kembali ke daerah masing-masing sambil menunggu proses penempatan yang akan diatur oleh panitia pusat bersama instansi terkait.
Menurutnya, pendidikan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, integritas, disiplin, serta semangat bela negara sebagai bekal menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Selain itu, peserta memperoleh pembekalan mengenai kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga manajemen pengelolaan koperasi dan kampung nelayan.
“Seluruh pembekalan tersebut menjadi modal penting agar para lulusan mampu melaksanakan tugas secara profesional, akuntabel, inovatif, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Kasdam I/BB. (AP/red)

































