ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Sejumlah masyarakat mendapat kesempatan menjajal layanan LRT Jakarta bersama Presiden Prabowo Subianto dari jalur Kelapa Gading menuju Manggarai pada Rabu, 16 September 2026. Dalam perjalanan tersebut, pengguna LRT dari kelompok penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), dan pelajar turut berada dalam satu rangkaian bersama Presiden.
Salah satunya Ajat Sudrajat, penyandang disabilitas yang tergabung dalam Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional (GAUN). Ia menilai fasilitas dan pelayanan LRT Jakarta telah memberikan kemudahan bagi pengguna disabilitas.
Ajat mengatakan aksesibilitas di LRT Jakarta tidak hanya berkaitan dengan fasilitas fisik, tetapi juga pelayanan petugas. Meski demikian, ia menyebut masih terdapat beberapa kekurangan yang menurutnya perlu terus diperbaiki.
“Alhamdulillah, aksesibilitas di DKI Jakarta sudah sangat baik, baik secara fisik maupun nonfisik. Pelayanan petugas juga sudah memadai. Memang terkadang masih ada sedikit kekurangan, tetapi mudah-mudahan ke depan bisa semakin baik,” ujar Ajat.
Dalam perjalanan itu, Ajat juga sempat berbincang langsung dengan Presiden Prabowo. Menurut Ajat, Presiden menanyakan apakah dirinya sudah menerima kartu layanan gratis.
“Diajak ngobrol, ditanya apakah sudah menerima kartu layanan gratis. Alhamdulillah, saya sudah. Presiden juga bertanya mengenai aksesibilitas dan saya menjelaskan hal tersebut,” kata Ajat.
Ajat berharap pemerintah terus mengembangkan transportasi publik yang dapat digunakan masyarakat dengan beragam kebutuhan.
“Harapan kita, transportasi yang aksesibel seperti ini bisa terus disempurnakan. Selain itu, kota ini juga diharapkan semakin menjadi kota yang inklusif,” lanjutnya.
Pengalaman berbeda disampaikan Hesti dan Widi, dua warga lanjut usia dari Kebayoran Baru. Keduanya mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti perjalanan bersama Presiden Prabowo.
Hesti bahkan menyebut pertemuan tersebut terasa seperti mimpi karena selama ini dirinya hanya melihat Presiden melalui pemberitaan televisi.
“Rasanya seperti mimpi. Dari rumah tidak menyangka bisa sampai di sini dan bertemu langsung. Selama ini hanya melihat beliau di televisi dan berita, sekarang bisa melihat langsung,” ujar Hesti.
Hesti juga menyampaikan harapannya agar pengembangan transportasi publik memperhatikan kebutuhan kelompok lansia, terutama akses menuju dan dari area stasiun.
“Semoga transportasinya semakin bagus dan nyaman. Untuk lansia mungkin perlu kemudahan seperti lift. Alhamdulillah, di sini sudah tersedia lift,” katanya.
Sementara itu, Fadhil dan Nasya, pelajar SMPN 270 Jakarta, mengaku baru pertama kali menggunakan LRT Jakarta. Keduanya merasakan pengalaman berbeda karena perjalanan tersebut berlangsung bersama Presiden Prabowo.
“Senang banget, nyaman dan seru. Suasananya juga adem dan bersih,” ujar Fadhil.
Nasya juga mengaku senang dapat menggunakan LRT untuk pertama kalinya sekaligus berada dalam perjalanan yang sama dengan Presiden.
“Kami nyaman naik LRT. Ini pertama kali dan kami senang karena bisa naik LRT bersama Bapak Presiden,” kata Nasya.
Dalam perjalanan, Fadhil dan Nasya juga sempat berbincang dengan Presiden Prabowo. Fadhil memberikan apresiasi terhadap pembangunan dan pengembangan layanan LRT Jakarta.
“Menurut saya keren. Pak Prabowo keren, Pak Gubernur juga keren bisa membangun LRT ini,” tuturnya.
Fadhil berharap layanan tersebut dapat terus berjalan dengan baik. Sementara Nasya berharap pengembangan LRT Jakarta dapat terus berlanjut.
“Semoga proyek ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Fadhil.
Nasya menambahkan, “Semoga bisa menjadi lebih bagus lagi dan lebih maju.”
Perjalanan bersama Presiden Prabowo memperlihatkan pengalaman yang beragam dari pengguna LRT Jakarta. Penyandang disabilitas menyoroti aksesibilitas dan pelayanan, warga lansia menekankan kemudahan akses di stasiun, sedangkan pelajar menceritakan pengalaman pertama mereka menggunakan moda transportasi tersebut.
Beragam pengalaman itu sekaligus menunjukkan sejumlah kebutuhan pengguna yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan transportasi publik, mulai dari aksesibilitas hingga kenyamanan dan keberlanjutan layanan.(RE/red)

































