ATAPKOTA.COM, MEDAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mempercepat sejumlah Program Strategis Daerah (PSD) bidang pendidikan. Hingga Rabu, 16 September 2026, rehabilitasi 187 ruang kelas yang tersebar dalam 70 paket pekerjaan dilaporkan telah mencapai rata-rata 70 persen dan ditargetkan rampung pada September 2026.
Sekretaris Disdik Sumut, Terang Dewi Susanti Ujung, mengatakan pekerjaan rehabilitasi tersebut memiliki total pagu anggaran Rp31.390.668.601. Pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Pekerjaan rehabilitasi ini kami tuntaskan segera,” ujar Terang dalam temu pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Anjungan Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Medan.
Dengan progres rata-rata 70 persen dan target penyelesaian pada September, pengawasan terhadap sisa pekerjaan menjadi penting untuk memastikan target tersebut tidak hanya berhenti sebagai rencana administratif. Terutama karena pekerjaan rehabilitasi berkaitan langsung dengan kelayakan ruang belajar yang digunakan siswa.
Selain rehabilitasi ruang kelas, Disdik Sumut juga mempercepat pembangunan SMA Unggulan Sukma Nias. Proyek dengan pagu anggaran Rp88.448.819.000 tersebut dilaporkan telah mencapai progres fisik 61 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Terang mengatakan kegiatan belajar-mengajar di sekolah tersebut direncanakan mulai berlangsung pada 2027.
“Ditargetkan rampung Desember 2026, dengan kegiatan belajar-mengajar direncanakan mulai berlangsung pada 2027,” katanya.
Pada saat yang sama, Disdik Sumut mengalokasikan anggaran Rp41.494.275.000 untuk pembangunan 120 ruang kelas baru. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menambah ketersediaan ruang belajar sekaligus meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
Program pembangunan sarana pendidikan tersebut berjalan bersamaan dengan penyelesaian sejumlah kebutuhan dasar sekolah. Disdik Sumut menyebut fasilitas listrik dan layanan internet pada seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri di Sumut telah terpenuhi 100 persen.
Untuk kelistrikan, Disdik Sumut menyebut telah memasang jaringan listrik pada tujuh satuan pendidikan dengan total pagu anggaran Rp4.417.700.000.
Sementara untuk konektivitas internet, sebanyak 163 satuan pendidikan telah mendapatkan layanan internet satelit Starlink dengan total pagu anggaran Rp3.260.000.000.
“Dengan ini, pada Tahun 2026 fasilitas listrik dan layanan internet di seluruh sekolah di Sumatera Utara sudah terpenuhi 100 persen,” ujar Terang.
Namun, capaian tersebut tetap perlu dilihat dari kondisi faktual di lapangan. Klaim pemenuhan 100 persen fasilitas listrik dan internet perlu diikuti dengan memastikan layanan benar-benar berfungsi dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah, bukan sebatas pemasangan infrastruktur.
Demikian pula dengan rehabilitasi ruang kelas. Dengan target penyelesaian pada September 2026, publik perlu memperoleh informasi mengenai daftar sekolah penerima, lokasi pekerjaan, progres masing-masing paket, serta mekanisme pengawasan terhadap penggunaan anggaran.
Transparansi tersebut penting agar percepatan Program Strategis Daerah bidang pendidikan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran dan persentase progres fisik, tetapi juga dari manfaat nyata yang diterima siswa dan tenaga pendidik.(AP/red)

































