Mayjend TNI Rido Hermawan Kritik Program MBG Prabowo dan Angkat Diplomasi Spiritual

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 14 September 2025 - 13:55 WIB

402,072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi santai bersama Mayjend TNI Dr. Rido Hermawan M.Sc,  13-14 September 2025.

Diskusi santai bersama Mayjend TNI Dr. Rido Hermawan M.Sc, 13-14 September 2025.

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Acara diskusi santai bersama komunitas menghadirkan Mayor Jenderal TNI Dr. Rido Hermawan, M.Sc., Deputi Bidang Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Lemhannas, pada Sabtu malam, 13 September 2025, di Cilandak, Jakarta. Obrolan hangat ini mengupas isu mutakhir negeri, mulai dari fenomena post power syndrome hingga kegaduhan politik yang bahkan dikaitkan dengan kondisi di Nepal dan Prancis.

Diskusi semakin menarik saat pembahasan masuk ke ranah spiritual Sunda dan Jawa. Simbol siklus kala tida dan kala bendu dikupas hingga makna “jangka waring” serta asal-usul manusia. Rido menegaskan filosofi “nrimo” sebagai sikap ikhlas menerima takdir hidup.

“Karena itu, manusia harus mampu ikhlas dan pasrah menghadapi apapun yang menimpanya,” ujarnya.

Menurut Rido, hidup adalah siklus dari ketiadaan menjadi ada lalu kembali pada ketiadaan. Spiritualitas itulah yang melahirkan ribuan sekte dan agama.

Turut hadir Sri Eko Sriyanto Galgendu bersama GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) serta komunitas Kang Deden dari Bandung. Mereka membahas tradisi Tudong para Bhiku Thailand yang menempuh perjalanan tiga bulan hingga tiba di Indonesia. Namun, kehadiran mereka dinilai minim sambutan dari umat Buddha lokal.

Rido menilai tradisi itu bukti tingginya spiritualitas bangsa Timur.

“Laku spiritual bukan soal materi, melainkan kebahagiaan rohani,” jelasnya. Ia menyinggung perbedaan Barat yang lebih sibuk mencari materi demi bertahan menghadapi musim dingin.

Sri Eko kemudian menyinggung rencana peluncuran Kitab Ma Ha Ismaya, hasil doa selama 20 jam non-stop untuk tokoh bangsa. Rido menilai Indonesia membutuhkan pemimpin spiritual kebangsaan yang cerdas, bukan hanya politisi. Menurutnya, kerusakan bangsa tidak bisa diatasi oleh politisi saja, melainkan sosok berkarakter spiritual mumpuni.

Rido menegaskan, Tuhan hanya bisa ditemukan dalam diri manusia sendiri.

“Tuhan itu lebih dekat daripada urat nadi kita,” tegasnya.

Diskusi berlanjut ke kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Rido menyoroti gaya Prabowo yang terlalu sibuk merangkul lawan politik, sehingga cenderung melupakan pendukung loyalnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mendapat sorotan. Menurut Rido, program itu sebaiknya dikelola langsung masyarakat dengan bahan pangan lokal, bukan dikendalikan pemerintah.

“Jika hanya pemerintah yang menjalankan, kebocoran pasti terjadi dan masyarakat kecil justru tertekan,” katanya.

Topik diplomasi spiritual ikut dibahas sebagai agenda GMRI. Program ini mendorong kesadaran spiritual global di tengah lompatan teknologi modern. Menurut Rido, Indonesia harus serius agar tidak tergilas zaman. Ia juga menyinggung polemik amandemen UUD 1945. Menurutnya, perubahan hanya perlu pada pasal krusial, bukan seluruhnya, agar rakyat tidak jadi korban.

Akhir diskusi menegaskan bahwa dunia kini terjebak dilema material versus spiritual.

“Hanya manusia berkesadaran ikhlas yang mampu meredam egonya dan menjaga keterikatan dengan sesama,” pungkas Rido. (Jacob Ernest/red)

Berita Terkait

Prabowo Terima Laporan Bahlil soal Gangguan Listrik dan Distribusi BBM di Bali
Prabowo Minta PLN Bertransformasi, Percepatan Panel Surya 100 GW Jadi Fokus
PJS Undang Zulkifli Hasan Buka Rakernas III di Batam, Kehadiran Belum Dipastikan
Wapres Gibran Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Pariwisata Indonesia
bowo Antar Langsung El-Sisi ke Pesawat, Tegaskan Eratnya Persahabatan Indonesia–Mesir
Aksi di Kantor PTPN IV Regional II, Aliansi Wartawan Tuntut Copot Panuturan Marpaung
Prabowo dan El-Sisi Umumkan Empat Kesepakatan Kerja Sama Indonesia–Mesir
Kibaran Bendera dan Lambaian Tangan Warnai Penyambutan Presiden Mesir

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Kualitas Udara Sumut Memburuk, Sekolah Terdampak Bisa Terapkan Pembelajaran Daring

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Prabowo Terima Laporan Bahlil soal Gangguan Listrik dan Distribusi BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Prabowo Minta PLN Bertransformasi, Percepatan Panel Surya 100 GW Jadi Fokus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Dinkes Pematangsiantar Bagikan Masker dan Ingatkan Bahaya Asap Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Kapolda Sumut Sonny Irawan Temui PWNU, Ajak Ulama Jaga Kerukunan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Pemko Medan Percepat Aslinmas, Satlinmas Baru Ada di 42 Kelurahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:58 WIB

232 SPPG Diresmikan di Sumut, 59 Berada di Wilayah 3T

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24 Kg Sabu ke Palembang, Sopir Ditangkap Usai Dikejar

Berita Terbaru