Kejati Sumut Hentikan Perkara Percobaan Pencurian di Toba Lewat Restorative Justice

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 16 Oktober 2025 - 13:43 WIB

40268 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) memutuskan untuk menyelesaikan perkara tindak pidana percobaan pencurian dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Toba melalui pendekatan Restorative Justice (RJ).

Keputusan tersebut diambil setelah Kepala Kejati Sumut Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., bersama jajaran Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum), melakukan ekspose penyelesaian perkara bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung RI.

 

Adapun perkara yang dimaksud melibatkan tersangka berinisial HM, yang diduga melakukan percobaan pencurian satu unit sepeda motor milik korban Agung Nathanael di Jalan Gereja, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.

HM dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-5 jo Pasal 53 ayat (1) KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dan/atau percobaan melakukan kejahatan.

Plh Kasi Penkum Kejati Sumut, Muhammad Husairi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa keputusan penerapan Restorative Justice didasarkan pada adanya kesepakatan perdamaian antara tersangka dan korban yang dilakukan pada 8 Oktober 2025.

“Kesepakatan perdamaian dilakukan secara ikhlas dan tanpa syarat,” ujar Husairi, Jumat (15/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, tersangka HM mengakui kesalahannya di hadapan korban, pendamping kedua pihak, tokoh masyarakat, serta perangkat desa. HM menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa perbuatannya dilatarbelakangi oleh kesulitan ekonomi.

Tokoh masyarakat setempat, yang diwakili Kepala Dusun V Desa Pintu Bosi, juga menyatakan dukungan agar perkara tersebut dihentikan melalui mekanisme Restorative Justice.

Lebih lanjut, Husairi menegaskan bahwa penerapan keadilan restoratif bukan semata bentuk penghentian perkara, tetapi wujud penegakan hukum yang mengedepankan hati nurani dan kemanusiaan.

“Makna dari penerapan Restorative Justice adalah terciptanya perdamaian tulus antara tersangka dan korban, sehingga keduanya dapat kembali hidup harmonis tanpa permusuhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, prinsip keadilan restoratif sejalan dengan cita-cita penegakan hukum humanis, di mana penyelesaian perkara dilakukan dengan mengutamakan pemulihan hubungan sosial dan keseimbangan keadilan di masyarakat. (RAP)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru