ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Dalam upaya memperkuat iman, spiritualitas, dan karakter aparatur sipil negara (ASN), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menggelar kegiatan ibadah bersama lintas agama pada Kamis, 23 Oktober 2025.
Kegiatan ini bertujuan membentuk ASN yang berintegritas, berakhlak mulia, dan profesional dalam melayani masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Bagi ASN yang beragama Islam, kegiatan diadakan dalam bentuk pengajian di Musala Tuan Muhammad Lampu Saragih, komplek Kantor Bupati Simalungun. Pengajian itu menghadirkan Al-Ustaz Armasyah, S.Sos.I., sebagai penceramah. Ia menyampaikan tausiyah bertema “Ucapan dalam Islam Bisa Menjadi Hukum”, yang merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 229–230 dengan fokus pada makna ucapan dalam hubungan suami istri, termasuk kata cerai.
Sementara itu, ASN beragama Kristen mengikuti ibadah Oikumene yang menghadirkan pengkhotbah Pdt. Boy Levi Panjaitan, S.Th., M.M. Dalam khotbahnya, ia mengangkat tema dari 1 Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Simalungun ingin menanamkan nilai spiritualitas dalam setiap aspek tugas ASN. Pemerintah berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan peningkatan integritas aparatur di lingkungan kerja.
Pelaksanaan ibadah bersama dilakukan secara bergiliran oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pada kesempatan kali ini, Dinas Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Sekretariat DPRD Kabupaten Simalungun menjadi tuan rumah kegiatan.
Pemerintah berharap kegiatan rohani semacam ini terus berlanjut secara konsisten agar semangat kebersamaan ASN semakin kuat. Dengan begitu, ASN Simalungun mampu bekerja lebih tulus, beretika, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. (RS/red)
































