ATAPKOTA, ACEH TIMUR – Dunia pendidikan kembali dihadapkan pada kasus kekerasan yang dilakukan oleh oknum pendidik.
Seorang guru berinisial J di MIN 7 Aceh Timur diduga telah melakukan penganiayaan terhadap dua orang siswa, menyebabkan luka robek di kepala dan lecet-lecet di tubuh.
Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah yang berlokasi di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur.
Menurut salah seorang sumber informasi berinisial M, aksi kekerasan tersebut dilakukan secara fisik oleh oknum guru inisial J terhadap siswa.
“Anak-anak dihantam secara fisik oleh guru tersebut,” ujar inisial M kepada awak media, Rabu (11/6).
Hasil penelusuran yang dilakukan oleh wartawan, jika ditemukan siswa yang menjadi korban masih berada dalam pengawasan sekolah.
Sementara, Orang tua siswa korban tidak menerima perlakuan yang dialami anak mereka, dan meminta agar aparat penegak hukum (APH) segera memproses dan menindak tegas oknum guru yang bersangkutan.
Kepala MIN 7 Aceh Timur, Ramli, sat dikonfirmasi mengakui adanya insiden penganiayaan tersebut.
“Memang benar ada siswa yang menjadi korban, dan wali muridnya pun sudah datang ke sekolah tadi,” ujar Kepala Sekolah kepada awak media.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Kementerian Agama atau APH terkait langkah hukum lanjutan terhadap kasus ini.
Pihak sekolah dan APH diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menangani kasus ini dan memastikan keselamatan siswa. (*)/Red.

































