Bau Gas PT Medco: Warga Aceh Timur Mengungsi, DPRK Dituding Bungkam

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 22:13 WIB

40216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi : kantor DPRK Aceh TImur.

Ilustrasi : kantor DPRK Aceh TImur.

ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Sudah tiga hari warga Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, mengungsi ke Kantor Camat. Mereka kabur dari rumah karena tak tahan dengan bau busuk dan dugaan kebocoran gas beracun dari fasilitas produksi PT Medco E&P Malaka.

Namun hingga kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur maupun Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur dinilai bungkam, seolah tak peduli terhadap penderitaan warganya sendiri.

Kondisi warga yang sebagian besar perempuan dan anak-anak hanya beralaskan lantai, tanpa bantuan memadai. Situasi ini memicu kritik tajam dari tokoh masyarakat sekaligus jurnalis Aceh Timur, Masri, SP.

“Saya melihat langsung, tidak ada penanganan dari Pemkab Aceh Timur maupun PT Medco. Warga dibiarkan tidur di lantai kantor camat. Tidak ada rasa kemanusiaan dan iba sedikit pun dari pemerintah maupun perusahaan,” kecam Masri, Rabu (27/8/2025).

Menurut Masri, sikap DPRK Aceh Timur justru lebih parah karena bungkam seribu bahasa. Padahal, sebagai wakil rakyat, mereka memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk turun langsung melihat kondisi warga.

“Kita heran dengan wakil rakyat. Apakah mereka sudah tidak punya hati nurani? Atau memang sudah kehilangan akal sehat untuk berpikir tentang keluhan rakyat? DPRK hana guna! Kalau memang tak mampu bela rakyat, bubarkan saja DPRK Aceh Timur,” tegasnya.

Masri mendesak agar DPRK segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menginvestigasi kasus bau gas, memanggil pihak PT Medco serta instansi teknis, dan memastikan keselamatan warga.

“Kasus bau busuk dan dugaan keracunan gas sudah berulang kali. Dewan selalu diam, padahal ini menyangkut nyawa manusia. Keselamatan warga harus jadi prioritas!” ujarnya.

Selain DPRK, Masri juga menuding Satgas lingkungan dan Pemkab Aceh Timur tidak berfungsi.

“Bau ada, tapi fungsi Satgas tidak ada. Laporan juga tak ada yang sigap. Jadi untuk apa kalian ada? Rakyat sekarang betul-betul ditindas,” kecamnya.

Seorang warga berinisial H turut menyoroti keberadaan Satgas pengawas bau yang ditempatkan di setiap desa lingkar tambang.

“Satgas bau harus dievaluasi. Selama ini tidak ada fungsi nyata, hanya jadi formalitas saja,” katanya dengan nada kecewa.

Peristiwa bau gas PT Medco bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, warga lingkar tambang kerap mengeluhkan sesak napas, pusing, hingga mual akibat paparan udara. Meski pemerintah daerah dan perusahaan selalu berjanji mengevaluasi, masalah yang sama terus berulang.

Kini, warga kembali menanggung risiko kesehatan tanpa kejelasan penanganan. Trauma sosial semakin dalam, terutama bagi anak-anak yang harus mengungsi dan hidup dalam ketidakpastian. (Hasbi/red)

Berita Terkait

Kapolda Aceh: Sertijab Jadi Momentum Perkuat Soliditas dan Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat
17 Rekomendasi BPK Belum Ditindaklanjuti, BEM-TR Tantang Komitmen Zero Defisit Pemko Subulussalam
Di Balik Sukses PRAPORA 2026, Tgk Ali Akbar Dinilai Jadi Motor Penggerak Tarung Derajat Aceh
175 Calon Bintara Polri Ikuti Rikkes Tahap II di Polda Aceh
Gagal Selundupkan 4 Kg Sabu Lewat Bandara, Empat Tersangka Diamankan
ForBINA Minta Konflik Pengolahan Gas Blok Andaman Diselesaikan Lewat Win-Win Solution
Ketua Pemuda Pancasila Aceh Utara Minta Aceh Dilibatkan Lebih Besar di Proyek South Andaman
PTPN IV Regional VI Unit Kebun Baru Sembelih 8 Hewan Kurban pada Iduladha 1447 H

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:06 WIB

Diduga Langgar Kode Etik, ASN Pemko Medan Jalani Pemeriksaan Inspektorat

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:57 WIB

Bupati Samosir Serahkan 4 Ton Benih Bawang Putih, Dorong Swasembada Pangan Nasional

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:38 WIB

Polisi Sita Diduga 5 Kilogram Ganja dan Dalami Jaringan Pemasok

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:35 WIB

Polsek Binjai Kembali Grebek Barak Narkoba di Tandem Hilir, Tiga Bong Sabu Diamankan

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:05 WIB

Polres Simalungun Raih Dua Penghargaan Kapolri Sekaligus, Sabet Predikat Pelayanan Prima dan WBK

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:35 WIB

Pemkab Asahan Gelar Aksi Bergizi di Sekolah, Fokus Cegah Anemia dan Percepatan Penurunan Stunting Remaja

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:22 WIB

Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Senilai 1,5 Miliar Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:22 WIB

Bobby Nasution Apresiasi CKG Mitra Gojek, Dorong Penguatan Jaminan Kesehatan bagi Pekerja Transportasi Daring

Berita Terbaru

Dugaan peredaran 5 kilogram ganja di Batang Angkola. Dua orang diamankan.

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Sita Diduga 5 Kilogram Ganja dan Dalami Jaringan Pemasok

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:38 WIB