ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Ketua GP Ansor Aceh Timur, Zulkarnaini atau yang akrab disapa Cak Damar, mengecam keras pernyataan Wali Kota Langsa, Jefri Santana. Menurutnya, ucapan Jefri yang menyebut Bupati Aceh Timur layaknya debt collector dinilai tidak etis, tidak beretika, dan provokatif.
Cak Damar menegaskan, aset milik Aceh Timur yang berada di wilayah Kota Langsa adalah hak sah Aceh Timur.
“Selama ini aset itu dipakai Langsa lebih dari 10 tahun. Kalau Bupati menegaskan akan menarik aset bila tak ada kompensasi, itu wajar. Coba kalau hitungannya sewa 10 tahun, pasti jauh lebih besar,” katanya.
Atas nama GP Ansor Aceh Timur bersama jajaran di 24 kecamatan dan 513 desa, ia memberi ultimatum 3 x 24 jam kepada Wali Kota Langsa untuk meminta maaf secara terbuka di Pendopo Aceh Timur.
“Mari duduk dengan akal sehat dan kebijaksanaan, jangan asal bunyi,” tegasnya.
Ia juga memperingatkan agar Wali Kota Langsa tidak memantik konfrontasi dengan Aceh Timur.
“Kalau masalah ini tidak diselesaikan bijak, kami siap bangkit mempertahankan aset daerah,” tutupnya. (Has/red)

































