Desakan Menguat: Bupati Aceh Timur Diminta Tarik Aset dari Kota Langsa

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 29 Agustus 2025 - 19:48 WIB

4075 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu bangunan milib Aceh Timur.

Salah satu bangunan milib Aceh Timur.

ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Gelombang desakan agar Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menarik kembali aset milik Pemerintah Aceh Timur yang berada di Kota Langsa semakin menguat. Masyarakat menilai sudah saatnya aset tersebut dikelola langsung Pemkab Aceh Timur untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Forum Masyarakat Aceh Transparansi (ForMAT), Mahyuddin Kubar, menegaskan langkah Bupati Al-Farlaky sudah tepat. Ia menilai aset Aceh Timur yang selama ini berada di Kota Langsa akan lebih produktif jika dikelola sendiri.

“Kalau aset itu dikelola Pemkab Aceh Timur, bisa menjadi sumber PAD. Bisa lewat bagi hasil, disewakan, bahkan dijadikan investasi jangka panjang. Selama ini Aceh Timur sudah terlalu banyak menghibahkan aset, sementara Pemko Langsa tidak menunjukkan rasa terima kasih,” ujar Mahyuddin, Jumat (29/8/2025).

Nada dukungan juga datang dari Ketua MPU Aceh Timur, Tgk. M. Thahir MD. Ulama kharismatik yang akrab disapa Waled itu menilai Pemko Langsa tidak konsisten menjalankan perjanjian dengan Aceh Timur. Karena itu, menurutnya wajar bila Pemkab Aceh Timur menarik kembali aset yang tersisa.

“Aset itu jangan sampai hilang begitu saja. Kalau masih ada, bisa dipakai untuk asrama mahasiswa Aceh Timur di Langsa, agar mereka tidak terbebani biaya kos. Atau bisa juga dikelola pihak ketiga untuk menghasilkan pendapatan bagi daerah,” tegas Waled.

Masyarakat Aceh Timur pun sepakat, hibah aset yang tersisa untuk Pemko Langsa harus dihentikan. Mereka menilai hibah berlebihan selama ini telah membuat Aceh Timur kehilangan banyak fasilitas bernilai ratusan juta rupiah.

“Cukup sudah! Jangan ada lagi hibah. Yang tersisa sebaiknya dibatalkan saja dan diberdayakan untuk kemajuan Aceh Timur ke depan,” seru warga.

Kini bola panas berada di tangan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky. Publik menunggu langkah tegasnya: apakah mempertahankan aset terakhir demi rakyat Aceh Timur, atau membiarkan habis tak bersisa di tangan Pemko Langsa. (Has/red)

Berita Terkait

Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Senilai 116 Triliun
SP Beruntun Dua Hari, Kuasa Hukum Soroti SP Berjenjang PT SHK, Diduga Abaikan Mekanisme Pembinaan
Gerebek Dua Lokasi, Polres Batu Bara Amankan 2 Terduga Pelaku Narkoba
Paskah Keluarga Besar Silalahi di Siantar, Wali Kota Ajak Perkuat Persaudaraan
Aksi Bersih Sungai di Taman Kehati Warnai HUT ke-155 Pematangsiantar
GSN di Desa Lalang: Polisi Sita Diduga Sabu dan Amankan Satu Orang
Diduga Edarkan Sabu, Pria di Stabat Ditangkap Polisi dengan Barang Bukti 64,74 Gram
Jembatan Merah Putih Presisi Rampung, Akses Warga Pagar Pinang Kini Terhubung

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 22:08 WIB

Wakil Bupati Asahan Tegaskan Pengusaha Kayu Patuhi Tonase

Kamis, 30 April 2026 - 22:02 WIB

Sat Narkoba Belawan Gerebek Rumah, 7 Orang Diamankan Termasuk Anak di Bawah Umur

Kamis, 30 April 2026 - 20:25 WIB

Turun ke Sawah, Bupati Samosir Tanam Bawang Putih Bantuan Kementan

Kamis, 30 April 2026 - 20:15 WIB

Terima Audiensi Yayasan Abdi Sabda, Rico Waas Tekankan Peran Pendidikan Keagamaan

Kamis, 30 April 2026 - 19:44 WIB

Dana Kelurahan Dimanfaatkan, Kader Posyandu Sumber Jaya Dibekali Bimtek untuk Tingkatkan Layanan

Kamis, 30 April 2026 - 19:25 WIB

Dari “Babad Alas” ke Dunia Nyata: Rico Waas dan Bima Arya Bekali Mahasiswa USU Jadi Pemimpin

Kamis, 30 April 2026 - 19:18 WIB

Aroma Busuk Diduga dari Limbah Restoran di Jalan Sudirman, Warga Minta Pemerintah Bertindak

Kamis, 30 April 2026 - 18:32 WIB

Santri Harus Melek Teknologi, Wapres Gibran Tinjau Pelatihan AI di Pondok Tremas

Berita Terbaru

Salah satu truk pengangkut kayu di Desa Suka Damai, Kecamatan Pulo Bandring, Kamis (30 April 2026).

ASAHAN

Wakil Bupati Asahan Tegaskan Pengusaha Kayu Patuhi Tonase

Kamis, 30 Apr 2026 - 22:08 WIB