ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Gelombang desakan agar Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menarik kembali aset milik Pemerintah Aceh Timur yang berada di Kota Langsa semakin menguat. Masyarakat menilai sudah saatnya aset tersebut dikelola langsung Pemkab Aceh Timur untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Forum Masyarakat Aceh Transparansi (ForMAT), Mahyuddin Kubar, menegaskan langkah Bupati Al-Farlaky sudah tepat. Ia menilai aset Aceh Timur yang selama ini berada di Kota Langsa akan lebih produktif jika dikelola sendiri.
“Kalau aset itu dikelola Pemkab Aceh Timur, bisa menjadi sumber PAD. Bisa lewat bagi hasil, disewakan, bahkan dijadikan investasi jangka panjang. Selama ini Aceh Timur sudah terlalu banyak menghibahkan aset, sementara Pemko Langsa tidak menunjukkan rasa terima kasih,” ujar Mahyuddin, Jumat (29/8/2025).
Nada dukungan juga datang dari Ketua MPU Aceh Timur, Tgk. M. Thahir MD. Ulama kharismatik yang akrab disapa Waled itu menilai Pemko Langsa tidak konsisten menjalankan perjanjian dengan Aceh Timur. Karena itu, menurutnya wajar bila Pemkab Aceh Timur menarik kembali aset yang tersisa.
“Aset itu jangan sampai hilang begitu saja. Kalau masih ada, bisa dipakai untuk asrama mahasiswa Aceh Timur di Langsa, agar mereka tidak terbebani biaya kos. Atau bisa juga dikelola pihak ketiga untuk menghasilkan pendapatan bagi daerah,” tegas Waled.
Masyarakat Aceh Timur pun sepakat, hibah aset yang tersisa untuk Pemko Langsa harus dihentikan. Mereka menilai hibah berlebihan selama ini telah membuat Aceh Timur kehilangan banyak fasilitas bernilai ratusan juta rupiah.
“Cukup sudah! Jangan ada lagi hibah. Yang tersisa sebaiknya dibatalkan saja dan diberdayakan untuk kemajuan Aceh Timur ke depan,” seru warga.
Kini bola panas berada di tangan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky. Publik menunggu langkah tegasnya: apakah mempertahankan aset terakhir demi rakyat Aceh Timur, atau membiarkan habis tak bersisa di tangan Pemko Langsa. (Has/red)

































