Aktivis Lingkungan Desak DPRK Aceh Timur Bentuk Pansus Atasi Pencemaran Udara

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025 - 00:06 WIB

40259 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Komunitas Perempuan Peduli Lingkungan (KoPPeduLi) mendesak DPRK Aceh Timur segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Lingkungan. Desakan itu muncul karena dugaan pencemaran udara akibat aktivitas produksi PT Medco E&P Malaka.

Juru Bicara KoPPeduLi, Yessi, menyatakan masyarakat lingkar tambang sudah terlalu lama menderita akibat bau busuk yang mencemari udara. Menurutnya, DPRK Aceh Timur terkesan lemah dalam memperjuangkan hak warga.

“Sangat disayangkan jika masyarakat terus menderita tanpa solusi. Sejak 2021 hingga kini tidak ada satu pun pernyataan resmi yang menjelaskan sumber bau itu, penyebabnya apa?, dan siapa yang harus bertanggung jawab?,” tegas Yessi dalam audiensi bersama DPRK Aceh Timur. Rabu (17/9/2025).

Yessi memaparkan bahwa bau menyengat di Desa Panton Rayeuk T telah menimbulkan dampak serius. Puncaknya, pada 24 September 2023, sebanyak 35 warga harus dilarikan ke RSUD Zubir Mahmud akibat gejala keracunan gas.

“Ini bukan persoalan kecil. Puluhan warga sudah menjadi korban nyata, dan ini harus menjadi alarm keras bagi pemerintah,” ujarnya.

Menurut Yessi, langkah pemerintah mendatangkan tim Gegana untuk mendeteksi sumber bau busuk tidak menyelesaikan persoalan karena hingga kini korban tetap ada dan terus menderita.

“Pemerintah seharusnya tidak berhenti pada investigasi teknis tanpa solusi. Korban masih ada, masyarakat masih menghirup udara tercemar. Harus ada langkah nyata dan berkelanjutan,” tegas Yessi.

KoPPeduLi berharap DPRK Aceh Timur segera membentuk Pansus untuk mengungkap kebenaran, menegakkan tanggung jawab, sekaligus memastikan perusahaan tambang bertindak sesuai aturan lingkungan.

“Harapan kami sederhana, jangan biarkan masyarakat terus jadi korban. DPRK harus hadir, pemerintah harus bertindak, dan perusahaan harus bertanggung jawab,” pungkas Yessi. (Has/red)

Berita Terkait

Warga Sakit Tinggal Sendiri di Serbelawan, Tim Kesehatan Simalungun Datang dan Beri Pertolongan
Yuk Cegah Anemia, Dinkes Simalungun Dorong Masyarakat Peduli Kesehatan
RSUD Djasamen Saragih Didukung 40 Dokter Spesialis, BAKUMKU: Master Plan Jangan Berhenti Jadi Dokumen
Ayo Beraktivitas Fisik, Dinkes Simalungun Dorong Masyarakat Jaga Kebugaran
Diabetes Melitus dan Cara Mencegahnya, Kenali Risikonya Sejak Dini
Dinkes Simalungun Ajak Masyarakat Bersama Cegah DBD
Dinkes Simalungun Ajak Masyarakat Cuci Tangan Pakai Sabun
Cegah Penyakit Sejak Dini, Dinkes Simalungun Ajak Warga Cek Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Bobby Nasution Percepat Perbaikan Jalan Labusel–Rintis–Ujung Padang–Salingsing, Anggaran Rp 21,2 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Kapolda Sumut Pimpin Apel Konsolidasi Brimob, Tekankan Soliditas dan Loyalitas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Gerebek Lokasi Diduga Transaksi Narkoba di Marelan, 4 Pria Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Gibran Dorong Kolaborasi SMK dan Industri untuk Tingkatkan Daya Saing SDM Muda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Sambut HUT ke-78 GPIB Immanuel, Rico Waas Apresiasi Rencana Ruang Doa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Pemprov Sumut Lakukan Modifikasi Cuaca, Sasar Hujan untuk Kurangi Kabut Asap

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemprov Sumut Siapkan Taman Kehati 14 Hektare di Kwala Bekala

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Jumat Keliling di Masjid Raya Al-Mashun, Sonny Irawan Tekankan Bahaya Narkoba

Berita Terbaru