Kapolres Simalungun Tegaskan Netralitas Polisi di Konflik Lahan TPL–Sihaporas

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 24 September 2025 - 17:24 WIB

40246 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., menghadiri rapat koordinasi strategis untuk membahas konflik lahan antara PT Toba Pulp Lestari (TPL) dengan masyarakat Nagori Sihaporas. Pertemuan itu berlangsung di Aula Balei Harungguan Djabanten Damanik, Kantor Bupati Simalungun, Rabu (24/9/2025).

Rakor yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tujuannya, mencari solusi damai atas sengketa lahan yang sudah puluhan tahun berlarut dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

Kapolres Simalungun menekankan peran strategis kepolisian sebagai mediator netral.

“Kami membutuhkan dukungan semua pihak dan mengajak masyarakat menahan diri sampai ada keputusan pemerintah daerah,” tegas AKBP Marganda Aritonang, sekitar pukul 17.10 WIB.

Ia menambahkan, kepolisian tetap berkomitmen menjaga keamanan wilayah sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan adil.

“Kami pastikan kepolisian bersikap netral. Itu penting untuk menjaga kredibilitas institusi di mata publik,” ujarnya.

Direktur PT TPL, Jandres Halomoan Silalahi, menjelaskan perusahaan mengantongi izin konsesi sejak 1992. Di Simalungun, TPL mendapat SK No. 1981 Tahun 2004 dengan luas 18.000 hektare, dan sekitar 9.000 hektare sudah ditanami.

“Sejauh ini terdapat tiga lokasi konflik, salah satunya Sihaporas,” kata Jandres.

Namun, masyarakat Sihaporas yang tergabung dalam Lamtoras menolak klaim perusahaan. Mereka menyatakan tanah leluhur telah dikuasai sejak delapan generasi dan hilang setelah masuknya perusahaan.

“Sejak Indorayon, tanah kami diambil alih sehingga kami tidak bisa berladang,” ujar perwakilan Lamtoras.

Pernyataan masyarakat Lamtoras ditantang perwakilan adat Simalungun. Jan Toguh Damanik menegaskan, “Tidak ada tanah adat milik suku lain di wilayah Kabupaten Simalungun.”

Dukungan datang dari perwakilan keturunan Tuan Sipolha yang menyatakan tidak ada tanah adat Ambarita di Sipolha. Bahkan, dokumen Belanda disebut tidak mencantumkan nama keturunan Ompu Mamotang Laut.

Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah Medan juga menegaskan status kawasan.

“Ini kawasan hutan negara register. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, tidak ada hutan adat di Simalungun,” tegas perwakilan instansi kehutanan.

Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, menegaskan Pemkab hadir sebagai mediator, bukan pembela kelompok tertentu.

“Kami berpihak pada perdamaian dan akan mempelajari lebih lanjut untuk mengambil langkah tegas,” katanya.

Dandim 0227 Simalungun, Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana, mengingatkan agar konflik tidak berlarut.

“Simalungun punya potensi luar biasa. Jika konflik dibiarkan, semua pihak akan rugi,” ujarnya.

Rapat yang dihadiri unsur Forkopimda, DPRD, pemangku adat, serta instansi kehutanan itu berakhir pukul 13.10 WIB dengan kondisi aman dan terkendali. Hingga kini, personel Polres Simalungun masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi gejolak. (An/red)

Berita Terkait

Tol Simpang Panei–Parapat Jadi Fokus, Pemkab Simalungun Bahas Konektivitas dan Infrastruktur Strategis
Cegah Penyakit Sejak Dini, Dinkes Simalungun Ajak Warga Cek Kesehatan Gratis
Rakor GTRA Simalungun 2026: Pemkab Dorong Penataan Tanah Lebih Terukur dan Terkoordinasi
TP PKK Simalungun Ikuti Penguatan Tata Kelola Dekranas, PKK dan Posyandu di Jakarta
Mobil Warga Mogok Malam Hari, Polsek Pematang Silimakuta Bergerak Setelah Terima Laporan 110
Verifikasi KDMP di Simalungun Dimulai, 31 Titik Masih Perlu Perbaikan
Bupati Simalungun Teken Komitmen Pencegahan Korupsi, Tata Kelola Perencanaan hingga PBJ Diperkuat
Estafet Kepemimpinan Polres Simalungun Berganti, AKBP Hendri Nupia Dinka Barus Jadi Kapolres Baru

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 16:07 WIB

Demo Pembebasan Lahan Diwarnai Jualan Sayur dan Masak Kolak, Polwan Beli Dagangan Warga

Rabu, 23 September 2026 - 22:57 WIB

Desa Sengon Sari Wakili Asahan dalam Lomba Desa Terbaik LBS Tingkat Sumatera Utara

Rabu, 23 September 2026 - 22:05 WIB

PengawasMU Diluncurkan, Inspektorat Medan Didorong Jadi Trusted Advisor ASN

Rabu, 23 September 2026 - 20:50 WIB

Bupati Asahan Buka Gathering Kredit Pra Pensiun Bank Sumut, ASN Diminta Siapkan Masa Pensiun

Rabu, 23 September 2026 - 19:23 WIB

HGU Socfindo Lae Butar Disebut Berakhir 2023, Mengapa Aktivitas Panen Masih Berjalan

Rabu, 23 September 2026 - 18:40 WIB

Tinjau Medan Islamic Centre, Zakiyuddin Harahap Minta Kontraktor Rawat Gedung hingga Maret 2027

Rabu, 23 September 2026 - 18:35 WIB

Kahiyang Ayu Hadiri Rakor Penguatan Tata Kelola Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu di Jakarta

Rabu, 23 September 2026 - 18:00 WIB

DLH Medan Tegaskan Pengadaan Alat Berat 11,4 Miliar Ikuti E-Katalog dan Aturan LKPP

Berita Terbaru

KESEHATAN

Dinkes Simalungun Ajak Masyarakat Cuci Tangan Pakai Sabun

Kamis, 24 Sep 2026 - 00:30 WIB