ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Sejumlah warga Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, mengeluhkan pelayanan Posyandu yang dinilai tidak maksimal. Mereka menyoroti tidak adanya pemeriksaan darah dan detak jantung bayi pada kegiatan rutin kesehatan ibu dan anak.
Keluhan itu disampaikan Cairiah, warga setempat, saat ditemui media pada Minggu,(02/11/2025). Ia mengaku heran karena setiap kali ada kegiatan Posyandu, bayi maupun ibu hamil tidak pernah diperiksa secara lengkap.
“Sudah beberapa kali kami datang, tapi tak pernah ada pemeriksaan darah. Katanya, alatnya tidak muat di tangan,” ujar Cairiah dengan nada kesal.
Ia menambahkan, dirinya yang kini hamil delapan bulan telah empat kali mengikuti Posyandu, namun belum pernah mendapat pemeriksaan detak jantung janin.
“Kalau kami tak minta, ya tidak diperiksa. Padahal itu penting,” tegasnya.
Menurut Cairiah, di daerah lain, petugas Posyandu rutin memeriksa darah, tekanan, dan detak jantung janin. Ia berharap pemerintah Kabupaten Aceh Timur memperhatikan masalah ini.
“Kami cemas kalau pelayanan seperti ini terus terjadi. Bagaimana kalau ada apa-apa? Bidan seharusnya memberi informasi dan perawatan,” ucapnya.
Secara tugas, bidan desa wajib memberikan pemeriksaan antenatal (ANC), konseling, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Bidan juga harus membina kader Posyandu, mencatat data kesehatan ibu dan anak, serta melakukan rujukan bila ditemukan kasus berisiko tinggi.
Saat dimintai tanggapan, Geuchik Bahtiar mengatakan di desanya ada lima bidan yang bertugas.
“Kalau warga minta diperiksa, baru diperiksa. Kalau tidak, ya tidak,” ujarnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Darul Aman, Marmaem, S.Kep., M.K.M., melalui WhatsApp tidak mendapat jawaban. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur, Rijalul, juga belum memberikan keterangan resmi. (HAS/red)

































