Turun ke Sawah, Bupati Samosir Tanam Bawang Putih Bantuan Kementan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 20:25 WIB

4045 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Samosir Vandiko Gultom tanam bawang putih bantuan Kementan.

Bupati Samosir Vandiko Gultom tanam bawang putih bantuan Kementan.

ATAPKOTA.COM, SAMOSIR – Bupati Kabupaten Samosir, Vandiko Timotius Gultom, turun langsung menanam bibit bawang putih bantuan Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama kelompok tani di Dusun II, Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, yang berlangsung pada Kamis, 30 April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan agenda Asta Cita.

Di lokasi penanaman, Vandiko Timotius Gultom terlihat berinteraksi langsung dengan Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo dan Kelompok Tani Lamtama. Ia tidak hanya menanam bibit, tetapi juga berdialog dengan petani guna menyerap kondisi lapangan sekaligus memastikan program berjalan sesuai target.

Pemerintah Kabupaten Samosir menyiapkan sekitar 16 ton bibit bawang putih untuk ditanam di lahan seluas 20 hektare. Program ini dinilai sebagai langkah konkret dalam merespons dukungan pemerintah pusat yang mendorong Samosir menjadi salah satu sentra produksi bawang putih di Sumatera Utara.

Vandiko Timotius Gultom menyatakan peluang tersebut terbuka setelah komunikasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Ia menilai potensi pertanian di Samosir mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Ia menegaskan bahwa realisasi bantuan yang relatif cepat, mulai dari bibit hingga alat mesin pertanian seperti traktor, menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sektor pangan.

“Dukungan ini perlu dijawab dengan kerja nyata di lapangan agar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam mendampingi petani agar setiap kendala dapat segera diatasi. Menurutnya, keberhasilan program bergantung pada sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan pendamping teknis.

Ia juga menyebut bahwa target program tidak hanya sebatas swasembada, tetapi berpotensi memperluas distribusi hingga memenuhi kebutuhan regional.

Perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Risda Sinaga, menyampaikan dukungan terhadap pengembangan komoditas hortikultura di Samosir. Ia menilai daerah ini memiliki potensi yang dapat dikembangkan tidak hanya di sektor pariwisata, tetapi juga pertanian.

Ia juga mengungkapkan bahwa usulan pengembangan irigasi telah diterima sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur, menyebut target produksi bawang putih dapat mencapai 20 ton per hektare. Pendampingan intensif akan dilakukan untuk memastikan produktivitas sesuai perencanaan.

Di sisi lain, petani di Desa Maduma tetap mempertahankan kearifan lokal dalam budidaya, seperti penggunaan mulsa alami dari jerami dan ilalang, serta penguatan sistem irigasi berbasis swadaya.

Ketua KTNA Samosir, Pantas M. Sinaga, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian. Ia menegaskan komitmen untuk terus mendampingi kelompok tani dalam pelaksanaan program.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo, Edu Turnip, berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus kesejahteraan petani.

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani, Kabupaten Samosir menargetkan penguatan peran sebagai salah satu sentra bawang putih di Sumatera Utara. Program yang dimulai dari Desa Maduma ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Immanuel Sitanggang; Camat Simanindo, Hans R. Sidabutar; peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Popy; serta para anggota kelompok tani. (AP/red)

Berita Terkait

Wakil Bupati Asahan Tegaskan Pengusaha Kayu Patuhi Tonase
Sat Narkoba Belawan Gerebek Rumah, 7 Orang Diamankan Termasuk Anak di Bawah Umur
Terima Audiensi Yayasan Abdi Sabda, Rico Waas Tekankan Peran Pendidikan Keagamaan
Dana Kelurahan Dimanfaatkan, Kader Posyandu Sumber Jaya Dibekali Bimtek untuk Tingkatkan Layanan
Terima Audiensi Pomparan Raja Silahisabungan, Rico Waas Soroti Ancaman Budaya di Era Digital
Dari “Babad Alas” ke Dunia Nyata: Rico Waas dan Bima Arya Bekali Mahasiswa USU Jadi Pemimpin
Aroma Busuk Diduga dari Limbah Restoran di Jalan Sudirman, Warga Minta Pemerintah Bertindak
Santri Harus Melek Teknologi, Wapres Gibran Tinjau Pelatihan AI di Pondok Tremas

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 22:08 WIB

Wakil Bupati Asahan Tegaskan Pengusaha Kayu Patuhi Tonase

Kamis, 30 April 2026 - 22:02 WIB

Sat Narkoba Belawan Gerebek Rumah, 7 Orang Diamankan Termasuk Anak di Bawah Umur

Kamis, 30 April 2026 - 20:25 WIB

Turun ke Sawah, Bupati Samosir Tanam Bawang Putih Bantuan Kementan

Kamis, 30 April 2026 - 20:15 WIB

Terima Audiensi Yayasan Abdi Sabda, Rico Waas Tekankan Peran Pendidikan Keagamaan

Kamis, 30 April 2026 - 19:44 WIB

Dana Kelurahan Dimanfaatkan, Kader Posyandu Sumber Jaya Dibekali Bimtek untuk Tingkatkan Layanan

Kamis, 30 April 2026 - 19:25 WIB

Dari “Babad Alas” ke Dunia Nyata: Rico Waas dan Bima Arya Bekali Mahasiswa USU Jadi Pemimpin

Kamis, 30 April 2026 - 19:18 WIB

Aroma Busuk Diduga dari Limbah Restoran di Jalan Sudirman, Warga Minta Pemerintah Bertindak

Kamis, 30 April 2026 - 18:32 WIB

Santri Harus Melek Teknologi, Wapres Gibran Tinjau Pelatihan AI di Pondok Tremas

Berita Terbaru

Salah satu truk pengangkut kayu di Desa Suka Damai, Kecamatan Pulo Bandring, Kamis (30 April 2026).

ASAHAN

Wakil Bupati Asahan Tegaskan Pengusaha Kayu Patuhi Tonase

Kamis, 30 Apr 2026 - 22:08 WIB