ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Warga Idi Rayeuk mengeluhkan kondisi lampu penerangan jalan yang banyak tidak berfungsi. Hampir setiap malam, kawasan kota tampak gelap gulita dan hanya disinari oleh lampu kendaraan yang melintas.
“Satu kali saja ingin lihat keindahan kota, tapi jalannya gelap. Hanya lampu mobil dan motor yang terlihat. Bagaimana mau dibilang kota indah kalau lampu jalannya saja mati,” ujar Cairiah, warga Alue Mirah, kepada media pada Sabtu malam, 8 November 2025.
Padahal, anggaran penerangan jalan sebenarnya tersedia. Berdasarkan data, terdapat alokasi sebesar Rp504,9 juta untuk pemasangan 11 unit lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS) dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh. Selain itu, terdapat pula anggaran umum sebesar Rp48 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan di bawah Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
“Uang ada, tapi lampu di kota saja banyak mati. Bagaimana keindahan kota yang sering dibilang Bupati saat sidak ke kantor-kantor itu?” lanjut Cairiah dengan nada kesal.
Pantauan media di beberapa ruas jalan utama Idi Rayeuk, seperti Jalan Medan–Banda Aceh, kawasan Masjid Agung Darussa’adah, hingga Simpang Empat Idi, menunjukkan banyak lampu jalan padam total. Kondisi ini membuat suasana malam terasa suram dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Warga menilai pemerintah daerah lambat menanggapi persoalan penerangan kota. Mereka berharap Bupati segera mengambil langkah tegas agar kota Idi Rayeuk kembali terang dan nyaman bagi pengendara.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada pukul 20.20 WIB, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, belum memberikan tanggapan terkait keluhan warga tersebut.
Warga berharap perbaikan segera dilakukan karena penerangan jalan merupakan fasilitas publik yang vital untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (HAS/red)

































