ATAPKOTA.COM – Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menghadiri peringatan Milad ke-6 Pesantren Darul Putera Madinah di Nagori Naga Jaya I, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Kamis, 19 Februari 2026. Kehadiran kepala daerah bersama Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Darmawati Anton Achmad Saragih, menandai dukungan pemerintah terhadap penguatan pendidikan keagamaan di daerah tersebut.
Panitia merangkai peringatan hari jadi pesantren dengan buka puasa bersama dan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Sejumlah pimpinan perangkat daerah, Camat Bandar Huluan Akbar P. Siregar, Camat Dolok Batu Nanggar Siti Aminah Siregar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), tokoh agama, dan tokoh masyarakat turut menghadiri kegiatan itu.
Founder Yayasan Darul Putera Madinah, Dharma Putra Rangkuti, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati dan Ketua TP PKK. Ia menjelaskan yayasan tersebut berdiri pada 1441 Hijriah bersama kedua orang tuanya sebagai bentuk pengabdian di bidang pendidikan keagamaan.
“Mudah-mudahan menjadi amal jariyah bagi orang tua dan keluarga kami,” ujarnya.
Dharma juga mengapresiasi perbaikan jalan lintas yang menghubungkan Dolok Batu Nanggar, Bandar Huluan, dan Pematang Bandar. Menurut dia, infrastruktur tersebut mempermudah mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas pendidikan serta ekonomi warga.
“Ramadan ini kami sudah menikmati jalan yang lebih baik. Manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Sebagai anggota DPRD Sumatera Utara, Dharma menyatakan siap mendukung program pembangunan daerah yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Anton Achmad Saragih yang bergelar Dr. H. itu mengucapkan selamat atas enam tahun perjalanan Pesantren Darul Putera Madinah. Ia menilai pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi berkarakter sekaligus memperkuat pembangunan keagamaan.
“Milad bukan sekadar seremoni, tetapi momentum refleksi dan penguatan komitmen untuk berbuat lebih baik,” ujar Anton.
Ia mendorong pesantren beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, Ramadan juga menjadi momentum memperkuat iman, solidaritas sosial, dan kebersamaan di lingkungan pesantren.
Anton menambahkan, pemerintah daerah masih menghadapi berbagai pekerjaan rumah pembangunan di sejumlah wilayah Kabupaten Simalungun. Ia meminta dukungan dan doa masyarakat agar program pembangunan berjalan efektif dan merata.
Acara tersebut diisi tausiyah oleh Anugrah Cahyadi dan ditutup dengan buka puasa bersama serta shalat Magrib berjamaah di kompleks pesantren. (*)
































