ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Dua unit rumah gandeng di Jalan Lapangan Bola Atas, Gang Jambu Air, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar, dilalap api pada Rabu, 22 Juli 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api yang nyaris merembet ke bangunan di sekitarnya.
Kebakaran pertama kali diketahui warga setelah melihat kepulan asap tebal dari salah satu rumah milik keluarga Saragih. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Seorang saksi mata bermarga Hutahaean mengatakan, saat warga menyadari kejadian tersebut, bagian atap rumah sudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar.
“Saat kami lihat, bagian atap rumah sudah terbakar. Kami sempat menyiram api menggunakan ember, tetapi kobarannya terus membesar,” ujarnya.
Melihat api semakin sulit dikendalikan, warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Namun, derasnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak maksimal.
“Yang sempat diselamatkan hanya sepeda motor. Itu pun sebagian bodinya ikut terkena api,” katanya.
Tidak lama kemudian, enam unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Pematangsiantar tiba di lokasi. Setelah melakukan upaya pemadaman selama beberapa waktu, petugas berhasil mengendalikan api sehingga tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Kapolsek Siantar Marihat, AKP David Eka Putra D. Saragih, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, bangunan yang terbakar merupakan dua rumah gandeng milik dua orang bersaudara, yakni Daniel Saragih dan Horas.
“Rumah yang terbakar merupakan dua unit rumah gandeng milik abang dan adik,” ujar Kapolsek.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik, namun penyebab tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
Laporan : Larsen Simatupang – atapkota

































