ATAPKOTA.COM SIMALUNGUN — Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pasar Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, pada Selasa, 10 Maret 2026.
Sidak dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah daerah juga memantau langsung kondisi sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas perdagangan di pasar tersebut.
Selain sidak, Pemerintah Kabupaten Simalungun juga menggelar operasi pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang HBKN.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, S.H. yang didampingi Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rinton Damanik, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Eva Tambunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Pardomuan Sijabat, serta Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Alfian Denri Saragih.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari sejumlah instansi, antara lain Dinas Pertanian, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Camat Dolok Batu Nanggar Siti Aminah Siregar, serta Kapolsek Serbelawan AKP Gunawan, S.H.
Dari hasil pemantauan di Pasar Serbelawan, sebagian besar harga kebutuhan pokok terpantau masih stabil. Beberapa komoditas yang tidak mengalami fluktuasi harga antara lain cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, gula pasir, minyak goreng, serta telur yang dijual di sejumlah kios dan grosir di pasar tersebut.
Selain memantau aktivitas di pasar tradisional, Bupati juga melakukan sidak ke SPBU Serbelawan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) menjelang arus mudik Lebaran.
Pemilik SPBU Serbelawan, Adrian Hartanto, memastikan pasokan BBM dan gas LPG dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia juga menyebutkan bahwa penambahan pasokan solar memerlukan rekomendasi dari pemerintah daerah.
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menegaskan bahwa sidak pasar dilakukan untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar serta mencegah praktik penimbunan oleh pedagang maupun distributor.
“Kami ingin memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar. Inflasi yang tidak terkendali dapat berdampak pada penurunan daya beli masyarakat dan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah untuk mengendalikan inflasi, di antaranya melalui operasi pasar murah, pengawasan distribusi, serta pemantauan ketersediaan pasokan bahan pokok.
Selain itu, pemerintah juga melakukan pemeriksaan metrologi legal terhadap Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) seperti minyak goreng kemasan dan gas LPG, serta memeriksa alat timbangan di pasar dan pompa ukur BBM di SPBU.
“Kepastian pasokan dan kuantitas produk seperti minyak goreng dan gas LPG sering menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, pemerintah harus tanggap dan melakukan antisipasi agar tidak menimbulkan keresahan,” kata Anton. (AP/red)
































