ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Proses penyelamatan dramatis terjadi di Jalan Simbolon, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, setelah seorang pekerja bangunan tertimpa runtuhan tembok saat memperbaiki rumah warga, Kamis, 2 April 2026 sekitar pukul 09.00-09.40 WIB.
Korban diketahui bernama Andi Swandana (43), warga Jalan Gunung Simanuk-manuk, Gang Anggrek, Kelurahan Teladan.
Saat bekerja memperbaiki tembok rumah dari lantai dua bangunan, korban diduga kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Nahas, tembok yang sedang diperbaiki roboh dan menimpa tubuhnya.
Akibat kejadian itu, korban tertimbun material bangunan berat dan mengalami luka serius. Sebatang besi beton dilaporkan menancap di bagian punggung dekat pinggang hingga paha belakang. Meski demikian, korban masih dalam keadaan sadar dan mampu berbicara saat ditemukan.
Salah seorang warga mengaku terkejut saat melihat korban tertimbun material bangunan.
“Saya lihat korban sudah tertimpa runtuhan material bangunan,” ujar warga tersebut.
Informasi kejadian itu kemudian dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Pematangsiantar.
Sekretaris Dinas Damkarmat Kota Pematangsiantar Naek Tambunan, S.Sos., M.M., mengatakan pihaknya menerima laporan dari rekan kerja korban yang datang langsung ke kantor Damkarmat.
“Seorang rekan korban datang melapor bahwa temannya tertimpa puing bangunan setelah terjatuh dari lantai dua. Begitu menerima informasi tersebut, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi,” kata Naek.
Setibanya di lokasi, tim Damkarmat mencoba mengangkat balok beton yang menimpa korban menggunakan alat bantu dongkrak. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena beratnya material yang diperkirakan mencapai sekitar lima ton.
“Material beton yang menimpa korban sangat berat, sehingga tidak bisa diangkat dengan alat sederhana,” ujar Naek.
Untuk mempercepat proses penyelamatan, Damkarmat kemudian berkoordinasi dengan PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Siantar Kota untuk meminjam truk crane.
Setelah sekitar dua jam proses evakuasi, bongkahan beton akhirnya berhasil diangkat menggunakan crane milik PLN. Petugas kemudian mengevakuasi korban dari tumpukan material bangunan.
Korban selanjutnya segera dilarikan ke RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Proses evakuasi tersebut juga melibatkan sejumlah pihak, di antaranya BPBD Kota Pematangsiantar, PLN ULP Siantar Kota, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, personel Polres Pematangsiantar yang turut berada di lokasi untuk membantu pengamanan dan penanganan kejadian. (AP/red)

































