Pagelaran Marsombuh Sihol Jadi Pembuka HUT ke-155 Pematangsiantar, Tekankan Pelestarian Budaya

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 19 April 2026 - 09:00 WIB

40164 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar dimulai dengan pagelaran seni budaya Simalungun “Marsombuh Sihol” yang digelar di pelataran Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, Kecamatan Siantar Timur, Sabtu (18 April 2026) malam.

Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar dimulai dengan pagelaran seni budaya Simalungun “Marsombuh Sihol” yang digelar di pelataran Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, Kecamatan Siantar Timur, Sabtu (18 April 2026) malam.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR –  Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar dimulai dengan pagelaran seni budaya Simalungun “Marsombuh Sihol” yang digelar di pelataran Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, Kecamatan Siantar Timur, Sabtu (18 April 2026) malam. Pemerintah kota menempatkan agenda budaya sebagai pembuka perayaan tahunan tersebut.

Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., menunjuk Sekretaris Daerah, Junaedi Antonius Sitanggang, S.S.T.P., M.Si., untuk membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Junaedi menyebut pagelaran ini merupakan hasil kesepakatan bersama untuk menempatkan budaya Simalungun sebagai fondasi awal peringatan hari jadi.

“Rangkaian Hari Jadi ke-155 disepakati diawali kegiatan budaya Simalungun sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas daerah,” ujarnya.

Menurut Junaedi, pemilihan lokasi di Monumen Raja Sang Naualuh Damanik tidak terlepas dari nilai historisnya. Ia menyebut monumen tersebut dibangun melalui dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah kota, sebagai simbol penghormatan terhadap tokoh sejarah lokal.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan budaya di tengah perkembangan kota. Pemerintah, kata dia, mendorong agar kegiatan seni budaya terus diperluas dan menjadi bagian dari identitas Pematangsiantar.

Panitia mengisi kegiatan dengan berbagai lomba, penampilan seni, serta menghadirkan sejumlah pengisi acara, termasuk Yongki Purba dan kelompok seni lokal. Kegiatan juga melibatkan pelajar sebagai peserta lomba, mulai dari mewarnai, pidato bertema tokoh sejarah, hingga busana adat Simalungun.

Ketua Umum Tumpuan Damanik Boru Panogolan (TDBP) Siantar–Simalungun, Satben Rico Damanik, menyebut pelaksanaan Marsombuh Sihol menjadi momentum penting bagi ruang ekspresi budaya Simalungun. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada tahun ini.

“Selama ini ruang untuk pagelaran budaya Simalungun masih terbatas. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan mendapat perhatian lebih,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya mendorong penguatan identitas budaya, bukan kepentingan politik. Menurutnya, pelestarian budaya perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.

Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Kota Pematangsiantar, Nico N. Sinaga, mengatakan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga edukasi budaya bagi generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman sejarah dan budaya sejak dini agar generasi muda tetap mengenal identitasnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan merupakan mandat dari Pemerintah Kota melalui Dinas Pariwisata. Panitia, kata dia, berupaya menjalankan kegiatan secara optimal meski masih terdapat sejumlah keterbatasan teknis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar, Hamzah Fanshuri Damanik, S.S.T.P., M.Si., menjelaskan bahwa Marsombuh Sihol menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi yang akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan.

Menurut Hamzah, kegiatan ini bertujuan melestarikan budaya Simalungun, meningkatkan kecintaan generasi muda, serta mendorong sektor pariwisata daerah.

“Ini menjadi langkah awal untuk membangun festival budaya etnis Simalungun yang berkelanjutan,” katanya.

Sejumlah unsur masyarakat turut hadir, termasuk lembaga adat, organisasi pemuda, serta komunitas budaya yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. (AP/red)

Berita Terkait

Ustadz Ahmad Fauzi Lubis Apresiasi Satresnarkoba Pematangsiantar Ungkap Kasus Sabu 1 Kilogram
Wali Kota Wesly Silalahi Turun Langsung Bersihkan Drainase di Sibatu-batu Lewat Program Jumpa Berlian
PLN Gerak Cepat Pulihkan Kelistrikan Sumut Usai 12 Tower Transmisi Rusak Diterjang Angin Kencang
GOKIL, 1.015 Pelari dari 34 Negara Serbu Samosir di Trail of The Kings UTMB 2026
ForBINA Minta Konflik Pengolahan Gas Blok Andaman Diselesaikan Lewat Win-Win Solution
Indonesia Menang 3-0 atas Timor Leste, Bobby Nasution Optimistis Timnas U19 Hadapi Vietnam
Gibran Beri Dukungan untuk Museum Asmat, Program Sekolah Lapang Sagu Juga Jadi Perhatian
Polda Sumut Kerahkan 905 Personel Amankan Hari Kelima ASEAN U-19 Boys Championship 2026 di Deli Serdang

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:59 WIB

Ustadz Ahmad Fauzi Lubis Apresiasi Satresnarkoba Pematangsiantar Ungkap Kasus Sabu 1 Kilogram

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:08 WIB

Wali Kota Wesly Silalahi Turun Langsung Bersihkan Drainase di Sibatu-batu Lewat Program Jumpa Berlian

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:57 WIB

PLN Gerak Cepat Pulihkan Kelistrikan Sumut Usai 12 Tower Transmisi Rusak Diterjang Angin Kencang

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:12 WIB

GOKIL, 1.015 Pelari dari 34 Negara Serbu Samosir di Trail of The Kings UTMB 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:55 WIB

ForBINA Minta Konflik Pengolahan Gas Blok Andaman Diselesaikan Lewat Win-Win Solution

Jumat, 5 Juni 2026 - 05:24 WIB

Gibran Beri Dukungan untuk Museum Asmat, Program Sekolah Lapang Sagu Juga Jadi Perhatian

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:55 WIB

Polda Sumut Kerahkan 905 Personel Amankan Hari Kelima ASEAN U-19 Boys Championship 2026 di Deli Serdang

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:43 WIB

Usai Perampokan Toko Emas, Pedagang Pasar Horas Desak Polisi Bertindak Cepat

Berita Terbaru