ATAPKOTA.COM, TAPANULI TENGAH – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah lokasi hunian tetap dan infrastruktur di wilayah Tapanuli. Rangkaian kunjungan tersebut dilakukan pada Jumat (4/9/2026) sebagai bagian dari pemantauan proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Rombongan Wapres tiba di Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah. Gubernur Bobby Nasution bersama Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyambut kedatangan Wapres sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju sejumlah lokasi peninjauan.
Wapres Gibran bersama Gubernur Bobby Nasution kemudian meninjau sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SMA Negeri 1 Barus.
Peninjauan tersebut berkaitan dengan kondisi fasilitas pendidikan dan pemulihan layanan bagi masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke sejumlah lokasi hunian dan infrastruktur yang menjadi bagian dari proses pemulihan.
Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain kawasan hunian di Kelurahan Aek Parombunan, Kota Sibolga, serta Sabo Dam di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Setelah meninjau sejumlah lokasi di Tapanuli Tengah dan Sibolga, Wapres Gibran bersama Gubernur Bobby Nasution melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Tapanuli Selatan.
Di daerah tersebut, rombongan meninjau kawasan hunian bagi warga terdampak di Desa Napa dan Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru.
Kunjungan juga dilakukan ke Jembatan Garoga di Kecamatan Batang Toru untuk melihat kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Rangkaian peninjauan turut mencakup kawasan hunian di Asrama Haji Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kunjungan ke sejumlah lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat perkembangan penanganan dan pemulihan pascabencana di wilayah Tapanuli.
Peninjauan hunian, fasilitas pendidikan, dan infrastruktur memberikan gambaran mengenai sejumlah sektor yang menjadi perhatian dalam proses pemulihan masyarakat terdampak.
Namun, perkembangan pembangunan di setiap lokasi dan waktu penyelesaian proyek pemulihan menjadi aspek yang perlu terus dikawal.
Masyarakat terdampak pada akhirnya membutuhkan kepastian mengenai ketersediaan tempat tinggal, berfungsinya fasilitas publik, serta pulihnya akses dan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.(AP/red)

































