Bobby Nasution Dorong IMT-GT Lahirkan Proyek Konkret dan Investasi Berdampak

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 07:18 WIB

4026 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 Tahun 2026 di Grand Ballroom Hotel JW Marriott, Medan, Rabu (9/9/2026)

Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 Tahun 2026 di Grand Ballroom Hotel JW Marriott, Medan, Rabu (9/9/2026)

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) menghasilkan langkah konkret berupa pengurangan hambatan lintas batas, realisasi proyek dan investasi, serta peningkatan nilai tambah ekonomi. Harapannya, kerja sama tersebut memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bobby dalam sambutannya pada acara makan malam bersama dalam rangka Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 Tahun 2026 di Grand Ballroom Hotel JW Marriott, Medan, Rabu (9/9/2026) malam.

Sejumlah pejabat dari tiga negara hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah, Gubernur Perlis Abu Bakar Hamzah, Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand Sasithorn Palattadej, Gubernur Trang Songklod Sawar Gwong, Wakil Gubernur Sumut Surya, serta Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor.

Menurut Bobby, IMT-GT merupakan forum strategis untuk mengubah kedekatan geografis Indonesia, Malaysia, dan Thailand menjadi kekuatan ekonomi bersama. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung visi IMT-GT 2036 melalui pembangunan subkawasan yang semakin terintegrasi, kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Pembahasan Chief Ministers’ and Governors’ Forum (CMGF) ini menegaskan perlunya IMT-GT bergerak dari agenda kerja sama menuju implementasi yang terukur dan berdampak. Mendorong integrasi agenda hijau (pelestarian lingkungan), proyek siap investasi, khususnya pengelolaan sampah dan ekonomi dengan mobilitas rendah karbon, efisiensi energi serta ketahanan banjir,” ujar Bobby.

Bobby mengatakan, kerja sama IMT-GT perlu diarahkan pada perluasan akses pasar, penguatan perdagangan dan konektivitas, peningkatan nilai tambah serta daya saing ekonomi.

Selain sektor perdagangan dan investasi, kolaborasi juga diharapkan berkembang pada bidang pariwisata, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan inovasi.

Untuk Sumut, Bobby menilai manfaat kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan konektivitas pelabuhan dan kawasan ekonomi menuju pasar regional. Peningkatan nilai tambah komoditas juga menjadi bagian penting agar potensi daerah tidak berhenti sebagai pemasok bahan mentah.

“Dalam konteks ini, Sumatera Utara siap memperkuat peran dalam IMT-GT melalui penyelarasan prioritas, penyiapan proyek siap investasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong manfaat ekonomi nyata bagi daerah,” jelasnya.

Menurut Bobby, ukuran keberhasilan pertemuan tersebut tidak cukup dilihat dari terselenggaranya forum maupun kesepakatan yang dihasilkan. Ia menekankan pentingnya melihat tindak lanjut berupa penurunan hambatan lintas batas, realisasi proyek dan investasi, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, kerja sama IMT-GT diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan, tetapi berlanjut menjadi program yang dapat diukur manfaatnya.

Sumut sendiri merupakan salah satu dari 10 provinsi di Pulau Sumatera yang tergabung dalam kerja sama IMT-GT bersama wilayah-wilayah dari Malaysia dan Thailand.

Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian sejalan dengan pandangan Bobby. Ia menilai pertemuan IMT-GT perlu menghasilkan bentuk kerja sama yang lebih konkret.

Tito mengingatkan bahwa IMT-GT telah dibentuk sejak 1993 dan mendapat dukungan Asian Development Bank (ADB) sebagai mitra pembangunan daerah sejak 2007. Menurutnya, perjalanan lebih dari tiga dekade tersebut perlu diterjemahkan menjadi kerja sama yang semakin berdampak.

Sepuluh provinsi di Sumatera yang tergabung dalam IMT-GT, kata Tito, memiliki potensi ekonomi yang besar. Kedekatan geografis dengan wilayah Malaysia dan Thailand bagian selatan dapat menjadi modal untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing kawasan.

“Ke depannya, IMT-GT harus terus berkembang. Tidak sekadar menjadi forum dialog, tetapi bertransformasi menjadi wadah yang menghasilkan proyek-proyek konkret dan terukur dengan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Tito.

Tito juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumut dan Bobby Nasution atas dukungan terhadap pelaksanaan forum IMT-GT di Medan.

Menurut Tito, meskipun program IMT-GT berada dalam koordinasi pemerintah pusat, Pemprov Sumut turut berperan dalam memberikan pelayanan kepada delegasi dari Malaysia dan Thailand selama kegiatan berlangsung.

“Saya tahu Anda telah bekerja keras untuk mempersiapkan acara ini. Sekali lagi saya berterima kasih,” sebut Tito Karnavian.

Dorongan agar IMT-GT menghasilkan proyek konkret sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh pihak yang terlibat. Setelah forum berakhir, efektivitas kerja sama akan ditentukan oleh proyek yang benar-benar berjalan, investasi yang terealisasi, hambatan perdagangan yang berkurang, serta manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat di kawasan.(AP/red)

Berita Terkait

Wapres Gibran Temui Keluarga Petugas Gugur Saat Tangani Karhutla di Palangka Raya
Karhutla Berdampak pada Kualitas Udara, Wapres Gibran Minta Sekolah Siapkan Penyesuaian Pembelajaran
Wapres Gibran Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Pastikan Dampak Karhutla Ditangani
Seskab Teddy: Prabowo Langsung Instruksikan KSAL Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan
PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah
Dari Bangku SMA, Pelajar Medan Ini Bermimpi Menjadi Kapolri Perempuan Pertama
PSEL Medan Raya Bernilai US$ 200 Juta Ditargetkan Beroperasi 2028, Pemprov Sumut Kawal Percepatan
150 Penyelamat Lingkungan TPA Terjun Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Rico Waas Soroti Risiko Kerja

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 04:22 WIB

Wapres Gibran Temui Keluarga Petugas Gugur Saat Tangani Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 11 September 2026 - 04:17 WIB

Karhutla Berdampak pada Kualitas Udara, Wapres Gibran Minta Sekolah Siapkan Penyesuaian Pembelajaran

Jumat, 11 September 2026 - 03:10 WIB

Wapres Gibran Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Pastikan Dampak Karhutla Ditangani

Jumat, 11 September 2026 - 02:22 WIB

Seskab Teddy: Prabowo Langsung Instruksikan KSAL Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan

Kamis, 10 September 2026 - 22:13 WIB

PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah

Kamis, 10 September 2026 - 20:15 WIB

PSEL Medan Raya Bernilai US$ 200 Juta Ditargetkan Beroperasi 2028, Pemprov Sumut Kawal Percepatan

Kamis, 10 September 2026 - 19:46 WIB

150 Penyelamat Lingkungan TPA Terjun Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Rico Waas Soroti Risiko Kerja

Kamis, 10 September 2026 - 19:41 WIB

Luncurkan 5 Aplikasi Layanan Publik, Rico Waas Dorong Integrasi Data Berbasis AI via WhatsApp

Berita Terbaru

ACEH SINGKIL

PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:13 WIB