ATAPKOTA.COM, TABAGSEL – Tragedi banjir dan longsor di Tabagsel kembali menyisakan duka bagi warga. Namun, di balik kesedihan itu, tim SAR gabungan terus menunjukkan keteguhan dalam menjalankan misi kemanusiaan. Sejak Kamis pukul 08.00 WIB, Personel Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sumut bersama K-9 SAR Dit Polsatwa Baharkam Polri, K-9 SAR Polda Sumut, dan Basarnas melakukan pencarian korban hilang di Desa Huta Godang, Batang Toru.
Operasi itu dipimpin Kaden K-9 Dit Polsatwa Baharkam Polri, Kompol Kadarman, didampingi Danki 1 Batalyon C Pelopor AKP M. Syafril serta Kanit Satwa Polda Sumut IPTU Rudi Girsang. Seluruh tim menyisir wilayah terdampak dengan intensitas tinggi.
Setibanya di Desa Huta Godang, tim langsung memetakan area dan membagi sektor pencarian. Fokus diarahkan ke titik yang dilaporkan warga sebagai lokasi munculnya tanda-tanda keberadaan korban.
Dengan dukungan anjing pelacak K-9 dan sensor medan, tim menemukan tujuh titik yang memiliki indikasi kuat keberadaan korban. Penyisiran dilakukan dengan formasi gabungan agar tak ada area terlewat.
Keterangan warga mengenai bau menyengat di sekitar Gereja GKPA membuat tim segera bergerak ke lokasi tersebut. Dengan teknik pembukaan titik yang hati-hati, tim menemukan satu korban perempuan yang belum teridentifikasi. Basarnas mengevakuasi korban untuk proses lanjutan.
Danki 1 Batalyon C Pelopor, AKP M. Syafril, menegaskan pentingnya misi tersebut bagi para keluarga korban.
“Misi ini bukan sekadar pencarian. Ini tentang mengembalikan harapan, memberi kejelasan, dan menjadi cahaya bagi keluarga yang menanti,” katanya.
Aksi tim gabungan hari itu menegaskan bahwa solidaritas tetap menjadi kekuatan utama dalam bencana besar. Brimob Sumut dan seluruh unsur SAR berdiri di garis depan untuk memastikan setiap korban ditemukan dan seluruh warga mendapatkan kepastian. (AK1)

































