ATAPKOTA, ACEH TIMUR – Muhammad Ridwan, S.H., Gr., guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di SMP Negeri 2 Dua Lokok, Aceh Timur, membantah keras tuduhan bahwa dirinya jarang masuk kerja namun tetap menerima gaji penuh.
“Saya hanya memiliki 12 jam mengajar per minggu, yang linier dengan mata pelajaran saya,” jelas Ridwan, Selasa, (20/05/2025).
Dengan jadwal pelajaran yang terbatas, Ridwan tidak perlu hadir setiap hari dalam sepekan seperti guru di sekolah besar.
“Cukup tiga hari dalam seminggu untuk memenuhi beban kerja saya sebagai guru PKN,” tambahnya.
Ridwan juga menjelaskan tantangan geografis yang ia hadapi, yaitu jarak dari rumahnya ke sekolah yang memakan waktu sekitar satu jam dengan kondisi jalan yang ekstrim dan berbahaya.
Namun, Ridwan tetap aktif membantu kepala sekolah dalam berbagai urusan sekolah dan kegiatan kedinasan lainnya.
“Saya merasa ada unsur fitnah untuk menjegal saya dalam urusan kedinasan,” tegas Ridwan saat membantah tuduhan yang dilontarkan kepadanya.
Terkait beredarnya foto dirinya yang dikaitkan dengan ketidakhadiran, Ridwan memberikan bantahan tegas.
“Foto itu sebenarnya diambil saat saya sedang berada di sekolah bersama guru-guru lain dan koordinator pengawas,” ucapnya.
Ridwan menduga kuat bahwa tuduhan tersebut berasal dari pihak yang ingin menjatuhkan reputasinya.
“Saya berharap agar pihak terkait dapat memverifikasi fakta di lapangan secara adil dan objektif, serta tidak langsung mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum diverifikasi,” tutup Ridwan. (*)

































