ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Anggota DPRD Kota Pematangsiantar dari Fraksi Partai Demokrat, Metro Bodyart Hutagaol, S.H., menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses Masa Sidang II DPRD di daerah pemilihan Siantar II yang meliputi Kecamatan Siantar Martoba dan Siantar Sitalasari. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Tangki, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, pada Selasa, 10 Maret 2026.
Reses menjadi forum bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada wakil rakyat. Ratusan warga terlihat menghadiri kegiatan tersebut dan mengikuti dialog hingga acara berakhir.
Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Sahrum, memohon agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta mendapat bimbingan dan penyertaan Tuhan.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.
Herna, warga Jalan Tangki Gang Madrasa yang berada di belakang madrasah, mengeluhkan kondisi akses jalan di lingkungannya yang hingga kini belum mendapat perbaikan, meski persoalan tersebut telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah.
“Kami berharap melalui reses ini bapak dewan bisa memperjuangkan perbaikan jalan di lingkungan kami. Sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah,” ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari Irwan, warga Jalan Sidomulyo, yang meminta perhatian terkait lampu penerangan jalan yang sudah lama tidak berfungsi. Kondisi tersebut membuat lingkungan menjadi gelap dan menimbulkan kekhawatiran bagi warga pada malam hari.
“Lampu jalan sudah lama mati, sehingga kalau malam hari anak-anak kami takut keluar rumah karena gelap,” kata Irwan.
Sementara itu, Yartini, warga Asrama Martoba, berharap agar mobil pengangkut sampah dapat menjangkau kawasan asrama. Menurutnya, selama ini warga harus berjalan cukup jauh untuk membuang sampah karena layanan pengangkutan belum masuk ke lingkungan mereka.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Metro Bodyart Hutagaol menjelaskan bahwa persoalan sampah di Kota Pematangsiantar dipengaruhi keterbatasan armada pengangkut yang sebagian besar sudah berusia tua serta jumlah petugas kebersihan yang masih terbatas.
Ia juga menyebutkan bahwa retribusi sampah di Kota Pematangsiantar tergolong rendah dibandingkan dengan sejumlah daerah lain. Menurutnya, rencana penyesuaian retribusi sampah nantinya akan digunakan untuk mendukung operasional pengelolaan sampah, termasuk membayar tenaga kerja, perawatan armada, serta pengadaan sarana pendukung lainnya.
Terkait keluhan lampu penerangan jalan, Metro memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut agar lampu di lokasi yang dimaksud dapat kembali berfungsi.
“Lampu jalan itu akan segera kami upayakan menyala kembali. Kalau memungkinkan, malam ini juga kami perbaiki, meskipun harus menggunakan dana pribadi,” ujarnya.
Kegiatan reses berlangsung tertib dan lancar. Warga berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dapat diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan di DPRD Kota Pematangsiantar. (Larsen Simatupang/red)
































