Rico Waas Minta Desain Trotoar Medan Lebih Berkualitas dan Ramah Disabilitas

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 20:58 WIB

4063 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan penataan trotoar di Kota Medan harus dilakukan dengan perencanaan matang, memperhatikan aspek kemanusiaan, serta memiliki nilai estetika. Penegasan itu disampaikan saat memimpin rapat pembahasan penataan trotoar di sejumlah ruas jalan kota, yang berlangsung di rumah dinas wali kota pada Kamis (2/4/2026).

Menurut Rico Waas, pembangunan infrastruktur kota tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Ia menilai setiap proyek harus memiliki konsep yang jelas agar hasilnya dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Pembangunan Kota Medan harus memiliki konsep yang benar. Sekali dibangun, hasilnya harus bisa bertahan lama,” ujar Rico Waas dalam rapat tersebut.

Rapat itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Ferri Ichsan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Suriono.

Dalam arahannya, Rico Waas meminta agar desain trotoar tidak dibuat seragam di seluruh wilayah kota. Menurutnya, setiap kawasan memiliki karakteristik berbeda sehingga perencanaan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Ia menilai pendekatan perencanaan berbasis blok atau kawasan lebih tepat dibandingkan menerapkan satu desain yang sama di semua lokasi.

“Perencanaan harus melihat kondisi lapangan. Tidak semua tempat bisa diperlakukan sama. Kita harus melihat kebutuhan tiap blok atau kawasan,” katanya.

Rico Waas juga menyoroti peran penting perencana kota dalam memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Ia berharap kualitas trotoar di Kota Medan ke depan dapat meningkat dibandingkan pembangunan sebelumnya.

“Ke depan kita tidak boleh lagi membangun trotoar dengan standar biasa. Kota Medan harus naik kelas, begitu juga kualitas infrastrukturnya,” ujarnya.

Selain desain, ia meminta seluruh pihak terkait memperhatikan berbagai aspek teknis dalam pembangunan trotoar, mulai dari pemilihan material, sistem drainase, hingga pencahayaan.

Ia juga menekankan pentingnya menyediakan akses yang ramah bagi penyandang disabilitas agar fasilitas publik dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Trotoar bukan sekadar jalur untuk berjalan kaki. Harus ada ruang hijau, penerangan yang memadai, dan akses yang baik bagi semua, termasuk penyandang disabilitas,” katanya.

Rico Waas mengingatkan agar pengerjaan proyek tidak dilakukan secara tergesa-gesa tanpa perencanaan yang matang. Menurutnya, langkah tersebut justru dapat menimbulkan gangguan bagi masyarakat, terutama pengguna jalan.

Ia meminta setiap titik pembangunan dirancang secara detail, termasuk mempertimbangkan kondisi jalan yang sempit maupun kebutuhan ruang parkir di kawasan tertentu.

“Semua harus direncanakan secara rinci dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Tujuan akhirnya adalah menghasilkan pembangunan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah ruas jalan yang direncanakan menjadi prioritas penataan trotoar. Beberapa di antaranya adalah Jalan H.M. Yamin, Jalan Zainul Arifin, Jalan Juanda, Jalan Monginsidi, Jalan Setia Budi, Jalan Masjid Raya, Jalan Mahkamah, serta Jalan Brigjen Katamso di kawasan Masjid Raya Al-Mashun dan Istana Maimun.

Pemerintah Kota Medan menargetkan penataan trotoar tersebut dapat meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus menciptakan kawasan kota yang lebih tertata, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki. (Mery/red)

Berita Terkait

ForBINA Minta Konflik Pengolahan Gas Blok Andaman Diselesaikan Lewat Win-Win Solution
Indonesia Menang 3-0 atas Timor Leste, Bobby Nasution Optimistis Timnas U19 Hadapi Vietnam
Gibran Beri Dukungan untuk Museum Asmat, Program Sekolah Lapang Sagu Juga Jadi Perhatian
Polda Sumut Kerahkan 905 Personel Amankan Hari Kelima ASEAN U-19 Boys Championship 2026 di Deli Serdang
Usai Perampokan Toko Emas, Pedagang Pasar Horas Desak Polisi Bertindak Cepat
Sengketa Lahan Padang Halaban dan PT SMART Berakhir, Konflik Agraria Puluhan Tahun Temui Titik Terang
Rapat Dipimpin Andrew T. Panjaitan, Panitia Muscab III PJS Pematangsiantar Resmi Dibentuk
Gubernur Bobby Gandeng Provider Telekomunikasi untuk Pemerataan Akses Internet di Sumut

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:55 WIB

ForBINA Minta Konflik Pengolahan Gas Blok Andaman Diselesaikan Lewat Win-Win Solution

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:20 WIB

Indonesia Menang 3-0 atas Timor Leste, Bobby Nasution Optimistis Timnas U19 Hadapi Vietnam

Jumat, 5 Juni 2026 - 05:24 WIB

Gibran Beri Dukungan untuk Museum Asmat, Program Sekolah Lapang Sagu Juga Jadi Perhatian

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:55 WIB

Polda Sumut Kerahkan 905 Personel Amankan Hari Kelima ASEAN U-19 Boys Championship 2026 di Deli Serdang

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:43 WIB

Usai Perampokan Toko Emas, Pedagang Pasar Horas Desak Polisi Bertindak Cepat

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:19 WIB

Rapat Dipimpin Andrew T. Panjaitan, Panitia Muscab III PJS Pematangsiantar Resmi Dibentuk

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:10 WIB

Gubernur Bobby Gandeng Provider Telekomunikasi untuk Pemerataan Akses Internet di Sumut

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:45 WIB

Liswati Wesly Silalahi Tinjau IVA Test Massal di Siantar Selatan, Dorong Deteksi Dini Kanker Serviks

Berita Terbaru