MEDAN – Davina Kirana Bintang, pelajar asal Medan, Sumatera Utara, merajut cita-cita untuk suatu hari menjadi Kapolri perempuan pertama di Indonesia. Cita-cita tersebut ia bangun sejak bangku sekolah dan kini dikembangkan melalui berbagai kegiatan pendidikan, kepemimpinan, serta keterlibatannya sebagai Finalis Duta Pelajar Provinsi Sumatera Utara 2026.
Pelajar tersebut berhasil lolos sebagai salah satu finalis Duta Pelajar Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Ajang itu menjadi ruang baginya untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kepedulian sosial, serta wawasan mengenai peran generasi muda.
Keinginan untuk berkarier di bidang kepolisian juga tidak terlepas dari lingkungan keluarganya. Ayahnya merupakan anggota Polri, sedangkan ibunya bekerja di bidang pendidikan. Lingkungan tersebut turut memperkenalkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta pentingnya pendidikan sejak usia dini.
Untuk mempersiapkan diri, ia mengembangkan sejumlah kemampuan, antara lain bahasa asing, kepemimpinan, seni, dan olahraga atletik. Bahasa Inggris dan Mandarin menjadi bagian dari kemampuan yang terus diasahnya.
Bagi dirinya, keikutsertaan dalam Duta Pelajar bukan semata-mata mengejar penghargaan. Ajang tersebut dipandang sebagai kesempatan untuk belajar menghadapi tantangan, membangun keberanian, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan generasi muda.
Cita-cita menjadi Kapolri perempuan pertama juga membawa pesan yang lebih luas. Ia ingin menunjukkan bahwa perempuan memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam penegakan hukum dan kepemimpinan, dengan tetap mengedepankan integritas, ketegasan, serta pendekatan yang humanis.
Perjalanan tersebut tentu masih panjang. Sebagai pelajar, ia masih memiliki kesempatan untuk memperluas pengalaman, menyelesaikan pendidikan, dan membangun kompetensi yang dibutuhkan untuk mewujudkan cita-citanya.
Keberhasilannya menjadi finalis Duta Pelajar Sumatera Utara 2026 menjadi salah satu tahapan awal dalam perjalanan tersebut. Dari bangku sekolah, ia mulai membangun keyakinan bahwa cita-cita besar dapat dikejar melalui pendidikan, disiplin, kerja keras, dan konsistensi.
Bagi generasi muda lainnya, perjalanan itu diharapkan menjadi inspirasi untuk berani menetapkan cita-cita sekaligus mempersiapkan diri melalui proses yang panjang.
Cita-cita menjadi Kapolri perempuan pertama pada akhirnya bukan sekadar tentang mengejar sebuah jabatan. Lebih dari itu, cita-cita tersebut menjadi gambaran tentang keinginan seorang generasi muda untuk mengabdi, memimpin, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat serta bangsa.
Laporan : Dalian Bancin-atapkota.

































