Warga Aceh Timur Keluhkan Posyandu Tak Periksa Darah dan Detak Jantung Bayi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 2 November 2025 - 20:02 WIB

40128 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang wanita yang sedang kondisi hamil di aceh timur.

Salah seorang wanita yang sedang kondisi hamil di aceh timur.

ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Sejumlah warga Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, mengeluhkan pelayanan Posyandu yang dinilai tidak maksimal. Mereka menyoroti tidak adanya pemeriksaan darah dan detak jantung bayi pada kegiatan rutin kesehatan ibu dan anak.

Keluhan itu disampaikan Cairiah, warga setempat, saat ditemui media pada Minggu,(02/11/2025). Ia mengaku heran karena setiap kali ada kegiatan Posyandu, bayi maupun ibu hamil tidak pernah diperiksa secara lengkap.

“Sudah beberapa kali kami datang, tapi tak pernah ada pemeriksaan darah. Katanya, alatnya tidak muat di tangan,” ujar Cairiah dengan nada kesal.

Ia menambahkan, dirinya yang kini hamil delapan bulan telah empat kali mengikuti Posyandu, namun belum pernah mendapat pemeriksaan detak jantung janin.

“Kalau kami tak minta, ya tidak diperiksa. Padahal itu penting,” tegasnya.

Menurut Cairiah, di daerah lain, petugas Posyandu rutin memeriksa darah, tekanan, dan detak jantung janin. Ia berharap pemerintah Kabupaten Aceh Timur memperhatikan masalah ini.

“Kami cemas kalau pelayanan seperti ini terus terjadi. Bagaimana kalau ada apa-apa? Bidan seharusnya memberi informasi dan perawatan,” ucapnya.

Secara tugas, bidan desa wajib memberikan pemeriksaan antenatal (ANC), konseling, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Bidan juga harus membina kader Posyandu, mencatat data kesehatan ibu dan anak, serta melakukan rujukan bila ditemukan kasus berisiko tinggi.

Saat dimintai tanggapan, Geuchik Bahtiar mengatakan di desanya ada lima bidan yang bertugas.

“Kalau warga minta diperiksa, baru diperiksa. Kalau tidak, ya tidak,” ujarnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Darul Aman, Marmaem, S.Kep., M.K.M., melalui WhatsApp tidak mendapat jawaban. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur, Rijalul, juga belum memberikan keterangan resmi. (HAS/red)

Berita Terkait

Wakil Bupati Asahan Tegaskan Pengusaha Kayu Patuhi Tonase
Sat Narkoba Belawan Gerebek Rumah, 7 Orang Diamankan Termasuk Anak di Bawah Umur
Turun ke Sawah, Bupati Samosir Tanam Bawang Putih Bantuan Kementan
Terima Audiensi Yayasan Abdi Sabda, Rico Waas Tekankan Peran Pendidikan Keagamaan
Dana Kelurahan Dimanfaatkan, Kader Posyandu Sumber Jaya Dibekali Bimtek untuk Tingkatkan Layanan
Terima Audiensi Pomparan Raja Silahisabungan, Rico Waas Soroti Ancaman Budaya di Era Digital
Dari “Babad Alas” ke Dunia Nyata: Rico Waas dan Bima Arya Bekali Mahasiswa USU Jadi Pemimpin
Aroma Busuk Diduga dari Limbah Restoran di Jalan Sudirman, Warga Minta Pemerintah Bertindak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 22:08 WIB

Wakil Bupati Asahan Tegaskan Pengusaha Kayu Patuhi Tonase

Kamis, 30 April 2026 - 22:02 WIB

Sat Narkoba Belawan Gerebek Rumah, 7 Orang Diamankan Termasuk Anak di Bawah Umur

Kamis, 30 April 2026 - 20:25 WIB

Turun ke Sawah, Bupati Samosir Tanam Bawang Putih Bantuan Kementan

Kamis, 30 April 2026 - 20:15 WIB

Terima Audiensi Yayasan Abdi Sabda, Rico Waas Tekankan Peran Pendidikan Keagamaan

Kamis, 30 April 2026 - 19:44 WIB

Dana Kelurahan Dimanfaatkan, Kader Posyandu Sumber Jaya Dibekali Bimtek untuk Tingkatkan Layanan

Kamis, 30 April 2026 - 19:25 WIB

Dari “Babad Alas” ke Dunia Nyata: Rico Waas dan Bima Arya Bekali Mahasiswa USU Jadi Pemimpin

Kamis, 30 April 2026 - 19:18 WIB

Aroma Busuk Diduga dari Limbah Restoran di Jalan Sudirman, Warga Minta Pemerintah Bertindak

Kamis, 30 April 2026 - 18:32 WIB

Santri Harus Melek Teknologi, Wapres Gibran Tinjau Pelatihan AI di Pondok Tremas

Berita Terbaru

Salah satu truk pengangkut kayu di Desa Suka Damai, Kecamatan Pulo Bandring, Kamis (30 April 2026).

ASAHAN

Wakil Bupati Asahan Tegaskan Pengusaha Kayu Patuhi Tonase

Kamis, 30 Apr 2026 - 22:08 WIB