1.700 UMKM di Sumut Bakal Didorong Lewat Program FYP

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 26 Mei 2025 - 17:06 WIB

40582 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution saat menghadiri program Fast Track Youngpreneur (FYP) 2025, Senin, (26/05/2025).

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution saat menghadiri program Fast Track Youngpreneur (FYP) 2025, Senin, (26/05/2025).

ATAPKOTA, MEDAN, SUMUT – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution terus mendorong tumbuhnya kewirausahaan baru dan peningkatan level UMKM. Lewat program Fast Track Youngpreneur (FYP) 2025, Bobby Nasution mengakselerasi 1.700 UMKM.

UMKM, menurut Bobby Nasution, memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sumut. Berdasarkan data BPS, 60% populasi Sumut merupakan kelompok usia produktif (sekitar 9 juta jiwa), dan ini merupakan potensi besar untuk kewirausahaan.

“Sekitar 5% dari usia produktif tersebut menjadi wirausaha aktif, berarti ada sekitar 450.000 usaha baru. Kalau usaha tersebut rata-rata butuh 2-3 karyawan, maka diperlukan 1,3 juta tenaga kerja. Dampaknya itu akan sangat besar. Negara maju itu rata-rata sekitar 4,5% populasi produktifnya berwirausaha, dan itu saja dampaknya sangat besar,” kata Bobby Nasution saat acara Kick off Program Fast Track Youngpreneur (FYP) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (26/5).

Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2028-2029 sebesar 8%. Angka ini, menurut Bobby, bisa terwujud bila setiap daerah memberikan kontribusi kuat untuk perekonomian, termasuk Sumut.

“Dari 8% target nasional, kira-kira Sumut berkontribusi 6,8%-7,2% pertumbuhan ekonomi. Untuk mencapai itu butuh investasi, kalau hitungan BI Rp58 triliun (per tahun), hitungan Kadin dan Pemprov Rp100 triliun, dan itu tidak hanya dari industri besar, tetapi juga dari teman-teman UMKM,” kata Bobby Nasution.

Karena itu, Pemprov Sumut berupaya untuk terus mendorong pertumbuhan dan peningkatan level UMKM. Caranya lewat program-program khusus, kebijakan, pembukaan sentra UMKM, mempermudah akses menjadi mitra pemerintah, dan lainnya.

“Pemprov Sumut harus bisa menjaga ekosistem pelaku usaha, dunia usaha khususnya pelaku UMKM ini bisa survive, bisa meningkat, seperti program FYP ini yang bertujuan untuk meningkatkan mental entrepreneur di kalangan anak muda,” kata Bobby Nasution.

Kegiatan FYP sendiri, menurut Kepala Dinas Koperasi UKM Naslindo Sirait, bertujuan untuk mengakselerasi 1.700 pelaku UMKM. Dengan harapan, pelaku UMKM baik yang pemula atau yang sudah mapan bisa membuka lapangan usaha baru atau meningkatkan skala usaha.

“Untuk mewujudkan ini, kita merancangnya secara komprehensif di mana menu yang dilatihkan untuk menjawab apa yang menjadi kebutuhan UMKM,” kata Naslindo Sirait.

Salah satu peserta FYP, Veronica Zebua, mengaku acara FYP membuatnya lebih percaya diri memasarkan produknya. Ditambah dukungan dari Gubernur Bobby Nasution yang menguntungkan UMKM.

“Awalnya kurang PD (percaya diri) karena saya pemula sekali. Sekarang sudah PD habis ikut pelatihan, apalagi Pak Bobby memberi dukungan penuh, saya makin percaya diri. Mudah-mudahan cepat terimplementasi yang diprogramkan Pak Bobby,” kata Veronica Zebua, pelaku UMKM kue kacang asal Lubukpakam.

Hadir pada acara ini Asisten Deputi Pendamping Inovasi dan Keberlanjutan Usaha Kementerian UMKM dan Koperasi Edhi Kusdiyarwoko, Konjen Negara Sahabat, dan bupati/walikota se-Sumut. Hadir juga Founder Kebab Turki Baba Rafi, Founder Tanya Mentor, serta OPD terkait Pemprov Sumut. (And)/pr

Berita Terkait

Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM
15 Tahun Menanti, Warga Gang Keluarga Kwala Bekala Kini Nikmati Jalan Beton
Kendalikan Inflasi dan Deflasi, Rico Waas Minta TPID Medan Bergerak Lebih Dini
Gallery Mustika Deli Catat Omzet Rp 509 Juta, UMKM Binaan Dekranasda Medan Makin Dikenal
Warga Keliru Datang ke Dinsos, Penentuan Desil DTSEN Merupakan Kewenangan BPS
Tak Ingin Lansia dan Disabilitas Terabaikan, Pemko Medan Tambah 10.000 Penerima PKH Medan Makmur
Rico Waas Dorong Edukasi dan Pemeriksaan untuk Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung
Gantikan Rajudin Sagala, Sri Rezeki Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Kota Medan

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:37 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 23:32 WIB

Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 22:35 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG

Berita Terbaru