Program Bangga Kencana Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Ini Kata Sekda Sumut dan BKKBN

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 16:39 WIB

40337 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut)Togap Simangunsong membuka Rapat Kerja Daerah (Rakorda) Program Bangga Rencana oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumut di Grand Mercure Hotel Jalan Sutomo Nomor 1 Medan, Senin (28/7/2025).

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut)Togap Simangunsong membuka Rapat Kerja Daerah (Rakorda) Program Bangga Rencana oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumut di Grand Mercure Hotel Jalan Sutomo Nomor 1 Medan, Senin (28/7/2025).

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Program Bangga Kencana diharapkan menjadi titik fokus dalam memperkuat sinergi dan komitmen lintas sektor. Tujuannya jelas: mewujudkan pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (KB) berkelanjutan di Sumatera Utara (Sumut). Upaya ini penting untuk meningkatkan kualitas SDM dan daya saing daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Togap Simangunsong, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Sumut 2025. Acara berlangsung di Hotel Grand Mercure, Jalan Sutomo Nomor 1 Medan, Senin (28/7/2025).

“Kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam akselerasi Program Bangga Kencana dan Quick Wins penurunan stunting. Kita harus keluar dari sekat sektoral, bekerja dalam satu gerakan terpadu yang berorientasi pada keluarga,” tegas Togap.

Togap menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai sejak hulu dan hilir, mulai dari ibu hamil, balita, hingga lansia. Di sinilah peran vital Program Bangga Kencana sebagai penopang daya saing daerah.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) secara masif. Program ini menyasar keluarga berisiko stunting melalui bantuan gizi, edukasi, dan pendampingan berkelanjutan.

“Semua sasaran program Genting harus mendapatkan manfaat, baik nutrisi maupun non-nutrisi. Keterlibatan tokoh masyarakat dan dunia usaha sebagai orang tua asuh sangat krusial,” ujar Togap.

Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) Berkelanjutan juga perlu diterapkan di seluruh tempat penitipan anak milik pemerintah daerah. Selain itu, Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Unggul wajib dijalankan konsisten demi meningkatkan kualitas anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.

“Kita harus membentuk konsorsium Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Maju untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan ketahanan keluarga. Sementara itu, peningkatan kesejahteraan lansia melalui program Berkah Sidaya harus terus berjalan. Penghormatan kepada lansia mencerminkan peradaban kita,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Fatmawati, melaporkan bahwa program Tamasya diikuti oleh 1.129 ayah atau setara dengan capaian 260,1 persen.

Namun, ia mengakui masih ada sejumlah kendala di lapangan. Misalnya, belum adanya penguatan materi dalam Program Lansia Berdaya kepada pengelola di provinsi dan petugas lapangan (PKB).

Selain itu, model pencatatan dan pelaporan untuk program Sidaya belum rampung, terutama terkait pemeriksaan kesehatan lansia yang menjadi target Quick Win.

“Beberapa fitur aplikasi GO Lantang belum berfungsi maksimal. Hal ini menyebabkan gangguan pada proses pelaporan Sekolah Lansia,” kata Fatmawati. (*)

Berita Terkait

Bobby Nasution Siapkan Skema Pembiayaan Alternatif untuk Infrastruktur Nelayan Nias Selatan
Kapolda Sumut Serukan Perlawanan terhadap Narkoba dan Kejahatan Jalanan
Sumut–Jabar Perkuat Kerja Sama, Wagub Surya Tekankan Reformasi Birokrasi dan Digitalisasi
Polda Sumut Gandeng Komunitas Ojol, Dorong Pengemudi Jadi Pelopor Keselamatan
Polda Sumut Edukasi Pengendara di Tiga Lokasi, Operasi Patuh Toba 2026 Kedepankan Keselamatan
Minimalkan Ego Sektoral, Bidlabfor Polda Sumut Hadirkan Inovasi Si FORTE
Tinjau Proyek Turap di Nias, Bobby Nasution Minta Pengerjaan Dipercepat Jelang Nataru
Pemprov Sumut Perkuat Pengawasan Dapur MBG, 1.378 SPPG Dilaporkan Aktif

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Era Baru SMA Taruna Nusantara, Presiden Prabowo Perluas Kampus dan Gratiskan Pendidikan bagi Seluruh Siswa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Prabowo Tekankan Nilai Sumpah Pemuda kepada Siswa Taruna Nusantara, Persatuan Jadi Kunci

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Tekankan Patriotisme dan Integritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Longsor di Silou Kahean Tutup Akses Warga, Pemkab Simalungun Siapkan Penanganan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Jalan Rusak di Dolok Batu Nanggar Disorot, Pemkab Simalungun Sepakati Empat Langkah Penanganan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Lantik Erisda Hutasoit Jadi Sekwan Medan, Rico Waas Tekankan Pentingnya Jembatan Eksekutif-Legislatif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Bobby Nasution Siapkan Skema Pembiayaan Alternatif untuk Infrastruktur Nelayan Nias Selatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Plt Kepala SMPN 3 Pematangsiantar Buka Suara soal Dugaan Pelecehan, Guru Dibebastugaskan

Berita Terbaru