ATAPKOTA.COM, SUMUT – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Sumut dan Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar program Imunisasi Zero Dose. Kegiatan berlangsung selama lima hari, 24–28 September 2025, di halaman UPT Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sumut, Jalan Kapten Sumarsono Nomor 1 Medan.
Program ini menyasar anak-anak kategori Zero Dose, yaitu anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar akibat kendala akses maupun faktor sosial lainnya.
Staf Ahli I TP PKK Sumut, Titiek Sugiharti, hadir langsung meninjau jalannya kegiatan. Ia mengajak para orang tua untuk aktif melengkapi imunisasi anak sejak dini.
“Pelaksanaan imunisasi gratis ini merupakan bagian dari komitmen TP PKK Sumut dalam mendukung program kesehatan nasional. Kami ingin memastikan tidak ada anak di Sumut yang tertinggal dari perlindungan kesehatan dasar,” tegas Titiek.
Ia juga menekankan bahwa imunisasi adalah hak anak sekaligus tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Selain imunisasi, kegiatan ini juga menghadirkan layanan lain, seperti:
- Pemeriksaan tumbuh kembang dan gizi anak.
- Pemeriksaan mata gratis bagi orang tua.
- Layanan IVA Test untuk deteksi dini kanker serviks pada ibu.
Dalam kesempatan tersebut, Titiek Sugiharti bersama Direktur UPT RS Khusus Mata Sumut, Dewi Chailaty, turut meninjau proses pendaftaran, pemeriksaan, hingga ruang observasi. Bahkan, Titiek ikut meneteskan imunisasi DPT kepada seorang balita bernama Muhammad Abizar, yang juga mendapatkan suntikan HB-Hib1 dan OPV 2.
Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh Dewi Handayani, warga Marelan sekaligus orang tua dari Balita Muhammad Abizar.
“Saya berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan. Ini sangat membantu kami, para ibu, dalam menjaga kesehatan anak-anak,” ujarnya.
Melalui program ini, TP PKK Sumut berharap semakin banyak anak di Sumut yang mendapatkan perlindungan imunisasi dasar. Dengan begitu, kesehatan generasi masa depan dapat lebih terjamin dan angka penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin semakin ditekan. (An/red)

































