ATAPKOTA.COM, PADANG LAWAS – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lembaga pemasyarakatan kembali diperketat. Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sibuhuan bersama Kepolisian Resor Padang Lawas (Polres Palas) melaksanakan razia gabungan pada Jumat (10/10/2025) pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Pelaksanaan razia dipimpin oleh Padal Ipda Syahruddin Lubis, S.H., bersama personel Bripda Irfan Nababan, Bripda Hosea Panjaitan, Bripda Muarrif Daulay, dan Bripda Hibban Fauzan.
Kapolres Padang Lawas, AKBP Dodik Yuliyanto, S.I.K., melalui Plh. Kabag Ops Polres Palas, AKP Charles J. Panjaitan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan surat resmi dari Rutan Kelas IIB Sibuhuan Nomor: WP.2.PAS.UM.01.01.658 tanggal 10 Oktober 2025 perihal permohonan pengamanan pelaksanaan razia gabungan.
“Pelaksanaan ini kami jalankan atas dasar surat permintaan dari pihak rutan. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergitas untuk menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan lembaga pemasyarakatan,” ujar AKP Charles J. Panjaitan.
Selama razia berlangsung, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam rutan, seperti korek api, kaca, penggaris besi, pinset, gunting kuku, dan pisau cutter. Menurut AKP Charles, penemuan tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan rutin untuk mencegah potensi gangguan keamanan.
Ia menegaskan bahwa kerja sama antarinstansi menjadi kunci dalam menciptakan situasi kondusif di dalam rutan. “Sinergi antara Rutan Kelas IIB Sibuhuan dan Polres Palas telah terjalin baik. Razia gabungan ini berjalan lancar dan tertib,” jelasnya.
Sementara itu, Ps. Kasubsi Penmas Polres Palas, Bripka Ginda K. Pohan, menambahkan bahwa operasi dilakukan secara menyeluruh di setiap blok hunian warga binaan. “Kami menargetkan barang-barang berbahaya dan terlarang agar lingkungan rutan tetap aman, nyaman, dan bebas dari peredaran narkotika maupun ponsel ilegal,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa razia gabungan ini menjadi komitmen bersama dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan. Hingga kegiatan berakhir, seluruh proses razia berlangsung aman, tertib, dan tanpa insiden.
































