ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Anggota DPRD Kota Pematangsiantar, Franz Theodore Sihaloho, A.Md., didampingi istrinya, Diana Sitanggang, melaksanakan sosialisasi di Jalan Pematang, tepatnya di Lapangan Perumahan Obor, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, Rabu (3/12/2025). Kegiatan tersebut juga dihadiri Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah BP3 Dinas Lingkungan Hidup, Manotar Ambarita.
Kegiatan sosialisasi dipandu oleh Fransisco H. Sibarani, S.Si. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberi pemahaman kepada warga terkait produk hukum daerah tentang pengelolaan sampah. Selain itu, kegiatan ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada para narasumber.
Dalam sambutannya, Franz Theodore Sihaloho menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi upaya menjangkau masyarakat secara langsung. Ia memastikan bahwa seluruh aspirasi yang tidak dapat ditindaklanjuti pada saat kegiatan berlangsung tetap diteruskan melalui mekanisme resmi DPRD sebagai bagian dari fungsi wakil rakyat.
Manotar Ambarita memaparkan Perda No. 11 Tahun 2012 tentang Pengolahan Sampah. Ia menekankan bahwa seluruh jenis sampah, termasuk sisa padat seperti potongan kuku, harus dikelola dengan benar agar tidak menimbulkan dampak kesehatan. Pemerintah, menurutnya, tetap menjalankan peran pengawasan melalui regulasi dan pembinaan kepada masyarakat.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap individu maupun badan hukum wajib menjaga kebersihan wilayah masing-masing. Perusahaan, katanya, harus menyediakan TPS sendiri dan tidak lagi mengandalkan TPS warga. Ia turut mengimbau masyarakat agar memilah sampah yang bisa dijual serta membuang sampah sesuai jadwal pengangkutan.
Dalam sesi tanya jawab, warga bernama Joni Hutapea mengeluhkan jumlah bak sampah di Jalan Jambu yang kini berkurang dari empat menjadi dua. Ia juga menyoroti ketidakteraturan jadwal pengangkutan sampah yang menyebabkan penumpukan dan memicu banyaknya lalat sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan warga.
Menutup kegiatan, Franz Theodore Sihaloho berharap warga dapat berkolaborasi menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga mendorong pemerintah mengevaluasi jadwal pengangkutan sampah agar lebih tepat waktu demi mewujudkan Pematangsiantar yang sehat dan layak huni. Kegiatan ditutup dengan doa oleh tokoh masyarakat, Bakti Damanik. (Larsen/red)

































