Presiden Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan dan Energi Fondasi Negara Merdeka

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:14 WIB

40252 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan fondasi utama bagi tegaknya sebuah negara merdeka. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya pada peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2026.

Presiden menyampaikan bahwa peradaban modern tidak akan berdiri kokoh apabila suatu bangsa masih bergantung pada pasokan kebutuhan dasar dari negara lain.

“Kita mengerti bahwa peradaban modern itu tergantung pada hal-hal yang esensial bagi berdirinya sebuah negara merdeka. Tentunya yang pertama, negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Ini sangat mendasar,” ujar Presiden Prabowo.

Selain pangan, Presiden menegaskan bahwa energi merupakan pilar kedua yang tidak kalah penting. Menurut Presiden, Indonesia dianugerahi sumber daya energi yang sangat besar dan dapat menjamin kemandirian energi nasional apabila dikelola secara optimal.

“Selain pangan, energi juga harus bisa kita hasilkan sendiri. Alhamdulillah, bangsa Indonesia diberi karunia yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa. Kita punya sumber-sumber energi yang sangat besar,” jelasnya.

Presiden menjelaskan bahwa sumber daya energi nasional, termasuk batu bara, dapat diolah menjadi gas, bensin, hingga produk energi lainnya seperti dimethyl ether (DME). Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia yang hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Kita juga punya geotermal terbesar di dunia yang belum kita manfaatkan secara maksimal. Kita punya energi air, dan ke depan kita juga akan mengembangkan tenaga surya dengan panel-panel untuk listrifikasi. Sehingga kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri,” kata Presiden.

Ke depan, Presiden menegaskan pemerintah akan terus mengembangkan energi baru dan terbarukan agar Indonesia mampu memproduksi energi secara mandiri tanpa ketergantungan impor.

“Tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita. Kita harapkan dalam lima tahun kita bisa mencapai ini. Kalau tidak lima tahun, tahun keenam atau ketujuh, yang penting kita menuju ke situ. Tapi siapa tahu, dengan kerja keras, kita bisa lebih cepat,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya membangun bangsa yang percaya diri dan bangga terhadap kemampuan sendiri. Indonesia, menurut Presiden, tidak boleh terus-menerus merasa rendah diri atau bergantung pada bangsa lain.

“Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah dan tidak mampu bersaing dengan bangsa lain,” tegas Presiden.

Presiden menyampaikan kebanggaannya atas langkah pemerintah menuju kemandirian energi nasional, yang dinilainya sebagai syarat mutlak bagi kemerdekaan sejati sebuah bangsa.

“Hari ini satu langkah lagi di bidang energi kita menuju kemampuan untuk mandiri, untuk berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak boleh tergantung energi dari luar,” ujarnya.

Namun demikian, Presiden secara terbuka mengakui masih adanya persoalan tata kelola di tubuh PT Pertamina (Persero). Presiden menegaskan komitmennya untuk membersihkan Pertamina dari praktik korupsi, manipulasi, dan kebijakan impor yang merugikan negara.

“Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat. Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat, harus tega. Banyak anak-anak muda yang hebat, cari,” tegas Presiden.

Presiden juga menekankan bahwa pengelolaan sumber daya energi harus dilakukan secara amanah, bersih, dan transparan. Praktik manipulasi dan markup, menurut Presiden, merupakan bentuk penipuan dan pencurian yang tidak dapat ditoleransi.

“Mari kita hasilkan untuk rakyat kita. Pemerintahan yang bersih, manajemen yang amanah, mengelola kekayaan bangsa dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Peresmian RDMP Balikpapan menjadi tonggak penting transformasi energi nasional, sekaligus menegaskan arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto: energi untuk kedaulatan, kesejahteraan, dan harga diri bangsa.(*)

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Puskesmas Kuta Tinggi Bagikan Ratusan Masker
Bobby Nasution Percepat Perbaikan Jalan Labusel–Rintis–Ujung Padang–Salingsing, Anggaran Rp 21,2 Miliar
Kapolda Sumut Pimpin Apel Konsolidasi Brimob, Tekankan Soliditas dan Loyalitas
Polres Pelabuhan Belawan Gerebek Lokasi Diduga Transaksi Narkoba di Marelan, 4 Pria Diamankan
Gibran Dorong Kolaborasi SMK dan Industri untuk Tingkatkan Daya Saing SDM Muda
Sambut HUT ke-78 GPIB Immanuel, Rico Waas Apresiasi Rencana Ruang Doa
Bapenda Sumut Gelar Operasi Sadar Pajak, Bus Keliling Layani Warga Medan
Pemprov Sumut Lakukan Modifikasi Cuaca, Sasar Hujan untuk Kurangi Kabut Asap

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Puskesmas Kuta Tinggi Bagikan Ratusan Masker

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Bobby Nasution Percepat Perbaikan Jalan Labusel–Rintis–Ujung Padang–Salingsing, Anggaran Rp 21,2 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Kapolda Sumut Pimpin Apel Konsolidasi Brimob, Tekankan Soliditas dan Loyalitas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Gerebek Lokasi Diduga Transaksi Narkoba di Marelan, 4 Pria Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Gibran Dorong Kolaborasi SMK dan Industri untuk Tingkatkan Daya Saing SDM Muda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Bapenda Sumut Gelar Operasi Sadar Pajak, Bus Keliling Layani Warga Medan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Pemprov Sumut Lakukan Modifikasi Cuaca, Sasar Hujan untuk Kurangi Kabut Asap

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemprov Sumut Siapkan Taman Kehati 14 Hektare di Kwala Bekala

Berita Terbaru