Di Balik Pertemuan Prabowo, Garuda, dan Embraer: Adaptasi Teknologi Tanpa Peta Jalan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:18 WIB

40186 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menerima Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan bersama jajaran petinggi produsen pesawat Embraer asal Brasil di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto menerima Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan bersama jajaran petinggi produsen pesawat Embraer asal Brasil di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres

ATAPKOTA.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Glenny Kairupan bersama perwakilan produsen pesawat asal Brasil, Embraer, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 2 Februari 2026.

Pertemuan ini berlangsung di tengah sorotan publik terhadap arah kebijakan modernisasi armada nasional dan keberlanjutan industri penerbangan Indonesia yang selama bertahun-tahun menghadapi tekanan finansial dan tata kelola.

Pertemuan tersebut disebut membahas perkembangan industri penerbangan global, terutama kemajuan teknologi pesawat dan kesiapan ekosistem aviasi nasional dalam merespons perubahan cepat industri global. Namun, hingga kini, pemerintah belum memaparkan peta jalan (roadmap) yang transparan terkait adaptasi teknologi tersebut, termasuk implikasi fiskal dan tata kelola BUMN penerbangan.

Usai pertemuan, Glenny Kairupan menyatakan diskusi berlangsung santai tetapi substantif. Ia mengakui pembahasan berfokus pada dinamika penerbangan global dan tantangan yang dihadapi Garuda Indonesia sebagai maskapai pelat merah.

“Bicara tentang penerbangan di Indonesia, tentang Garuda, dan tentang pesawat-pesawat dengan teknologi yang sangat maju. Bagaimana kita juga harus ikut terlibat dalam perkembangan teknologi tersebut,” kata Glenny kepada wartawan.

Namun demikian, Glenny menegaskan bahwa pertemuan tersebut belum menyentuh rencana pembelian pesawat baru. Ia menyebut pembahasan masih berada pada tahap koordinasi dan pertukaran pandangan mengenai teknologi penerbangan global.

“Belum ada pembahasan pembelian. Masih koordinasi soal teknologi,” ujarnya singkat.

Pernyataan ini menjadi penting di tengah rekam jejak kebijakan pengadaan armada Garuda Indonesia yang sebelumnya kerap menuai kritik, baik dari aspek transparansi, efisiensi, maupun kepatuhan terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN dan regulasi turunannya.

Presiden Prabowo, menurut Glenny, menekankan agar Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi penerbangan dunia. Arahan tersebut, meski normatif, memunculkan pertanyaan lanjutan: sejauh mana kesiapan regulasi, pendanaan, dan sumber daya manusia nasional untuk menopang transformasi teknologi tersebut.

“Arahan beliau jelas, kita harus mengikuti perkembangan teknologi dunia,” ujar Glenny.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai bentuk konkret adaptasi teknologi yang dimaksud, termasuk apakah akan berdampak pada restrukturisasi armada, kerja sama transfer teknologi, atau penguatan industri pendukung dalam negeri. Padahal, Peraturan Presiden tentang Penguatan Industri Nasional dan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menuntut agar setiap kerja sama strategis memberikan nilai tambah nyata bagi industri nasional, bukan sekadar transaksi komersial.

Namun tanpa keterbukaan kebijakan dan pengawasan publik yang memadai, dorongan modernisasi berisiko mengulang pola lama: keputusan strategis yang elitis, minim akuntabilitas, dan berjarak dari kepentingan publik. (Edo/red)

Berita Terkait

Wagub Sumut Surya Semangati Anak-anak Asrama Dinsos di Gunungsitoli, Ajak Raih Cita-cita Meski Penuh Keterbatasan
Gelar KRYD, Satreskrim Polres Simalungun Ajak Warga Perangi Premanisme, Judi, dan Narkoba
Jadi Pembina Upacara di SMPN 2, Wali Kota Wesly Tekankan Karakter, Integritas, dan Bahaya Narkoba
Polres Simalungun Ingatkan Orang Tua Dampingi Anak di Dunia Digital, Cegah Perundungan Siber
Presiden Prabowo: PT DSI Kelola Devisa US$10,5 Miliar, Perkuat Kendali Ekspor Nasional
Presiden Prabowo Tegaskan Digitalisasi Pemerintahan untuk Percepat Layanan Publik
Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo Tekankan Amanat UUD 1945 dalam Pembangunan Nasional
Presiden Prabowo: Danantara Jadi Energi Masa Depan Indonesia dan Perkuat Kedaulatan Ekonomi

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 22:41 WIB

Wagub Sumut Surya Semangati Anak-anak Asrama Dinsos di Gunungsitoli, Ajak Raih Cita-cita Meski Penuh Keterbatasan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:25 WIB

Gelar KRYD, Satreskrim Polres Simalungun Ajak Warga Perangi Premanisme, Judi, dan Narkoba

Senin, 20 Juli 2026 - 20:24 WIB

Jadi Pembina Upacara di SMPN 2, Wali Kota Wesly Tekankan Karakter, Integritas, dan Bahaya Narkoba

Senin, 20 Juli 2026 - 19:45 WIB

Polres Simalungun Ingatkan Orang Tua Dampingi Anak di Dunia Digital, Cegah Perundungan Siber

Senin, 20 Juli 2026 - 19:30 WIB

Presiden Prabowo: PT DSI Kelola Devisa US$10,5 Miliar, Perkuat Kendali Ekspor Nasional

Senin, 20 Juli 2026 - 19:25 WIB

Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo Tekankan Amanat UUD 1945 dalam Pembangunan Nasional

Senin, 20 Juli 2026 - 19:25 WIB

Presiden Prabowo: Danantara Jadi Energi Masa Depan Indonesia dan Perkuat Kedaulatan Ekonomi

Senin, 20 Juli 2026 - 19:22 WIB

Presiden Prabowo: Indonesia Berada di Jalur Tepat untuk Hapus Kemiskinan dan Kelaparan

Berita Terbaru