Prabowo: Kepemimpinan Adalah Pengabdian, Bukan Alat Kepentingan Pribadi atau Kelompok

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:19 WIB

40164 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres

ATAPKOTA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepemimpinan negara pada hakikatnya adalah pengabdian, bukan sarana untuk memenuhi kepentingan pribadi atau kelompok. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.

Dalam forum yang dihadiri hampir seluruh unsur pemerintahan pusat dan daerah tersebut, Presiden menekankan bahwa rakyat Indonesia mendambakan kehidupan yang tenteram, harmonis, serta dipimpin oleh figur yang adil dan jujur. Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik terbuka terhadap praktik kekuasaan yang selama ini kerap dinilai menjauh dari kepentingan publik.

“Mereka berharap, bahkan mendambakan pemimpin yang baik, pemimpin yang adil, pemimpin yang jujur, pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat semuanya, bukan segelintir orang. Mereka tidak suka pemimpin yang hanya memajukan kepentingan pribadinya,” ujar Prabowo.

Presiden menilai momen Rakornas ini sebagai kesempatan strategis untuk menyatukan visi kepemimpinan nasional. Ia menyebut hampir seluruh unsur pemerintahan dari pusat hingga daerah hadir secara langsung, sehingga tidak ada alasan bagi aparatur negara untuk mengabaikan pesan tersebut.

“Hari ini bagi saya adalah kesempatan yang baik. Saya bisa bertatap muka dengan hampir 99 persen pemerintah Republik Indonesia, dari tingkat pusat sampai tingkat daerah,” katanya.

Dalam taklimatnya, Prabowo juga menyinggung pandangan sebagian pihak yang kerap menyebut Indonesia sebagai the impossible nation, negara yang dianggap mustahil dikelola secara efektif karena kompleksitas geografis, sosial, dan politiknya. Bagi Prabowo, stigma tersebut justru menuntut kepemimpinan yang waspada, berpengetahuan, dan berpijak pada pemahaman sejarah bangsa.

“Kita harus jadi pemimpin yang mengerti sejarah kita, yang mengerti latar belakang bangsa kita, yang mengerti sejarah Nusantara, dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Penekanan pada pemahaman sejarah ini menjadi relevan di tengah kritik publik terhadap sebagian elite politik dan birokrasi yang dinilai abai terhadap nilai-nilai dasar pembentukan negara. Ketika kebijakan diambil tanpa sensitivitas historis dan sosial, risiko ketimpangan, konflik kepentingan, dan penyalahgunaan kewenangan semakin besar.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dibangun melalui pengorbanan besar rakyat. Oleh karena itu, setiap pemimpin baik di pusat maupun daerah, wajib menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi.

“Negara ini yang sekarang ada dalam kendali kita dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itu kita tidak boleh lupa, keberadaan kita adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat. Ini mudah diucapkan, tetapi harus dibuktikan,” tegasnya.

Pernyataan Presiden tersebut secara implisit menantang seluruh aparatur negara untuk membuktikan integritasnya, bukan melalui retorika, melainkan lewat kebijakan yang transparan, bebas konflik kepentingan, dan berpihak pada rakyat. Tanpa pembuktian konkret, seruan pengabdian berisiko berhenti sebagai slogan moral di tengah praktik kekuasaan yang masih kerap dipertanyakan publik. (Edo/red)

Berita Terkait

Pematangsiantar Perang Melawan Narkoba, 77,8 Kg Ganja dan 1,1 Kg Sabu Dimusnahkan
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Terima Pimpinan TNI, Perkuat Sinergi Pertahanan dan Percepat Pembangunan hingga Pelosok Negeri
Diduga Rusak Pondok dan Plang Sengketa Tanah, Kuasa Hukum Laporkan KH ke Polda Bengkulu
Pisah Sambut Dandim 0207/Simalungun, Wesly Apresiasi Pengabdian Letkol Gede Agus
Prabowo Siapkan Pemerintahan Berbasis AI, UMKM hingga Bansos Akan Terpantau Digital
Prabowo Terima Laporan DEN, 86,9 Persen SPPG Gandeng UMKM Lokal
Bupati Asahan Sambut 240 Jamaah Haji Kloter 7, Satu Jamaah Masih Dirawat di Makkah
Sumut Tumbuh 4,98 Persen di Tengah Gejolak Global, Event Internasional Jadi Motor Ekonomi

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:31 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Terima Pimpinan TNI, Perkuat Sinergi Pertahanan dan Percepat Pembangunan hingga Pelosok Negeri

Rabu, 10 Juni 2026 - 02:31 WIB

Prabowo Siapkan Pemerintahan Berbasis AI, UMKM hingga Bansos Akan Terpantau Digital

Senin, 8 Juni 2026 - 22:09 WIB

Prabowo Terima Surat Kepercayaan 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Kepresidenan

Senin, 8 Juni 2026 - 21:29 WIB

Perkuat Hubungan Diplomatik, Prabowo Sambut Delapan Duta Besar Baru untuk Indonesia

Senin, 8 Juni 2026 - 20:11 WIB

Prabowo Reshuffle BGN, Nanik S. Deyang Pimpin Badan Gizi Nasional dan Said Iqbal Masuk Istana

Senin, 8 Juni 2026 - 11:00 WIB

20 Ribu Penonton dan Jokowi Hadir, Indonesia Kalahkan Vietnam 2-1, Pengamanan Polda Sumut di Hadapan Jokowi Berjalan Lancar

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:06 WIB

Prabowo Tegaskan Tak Ada Ampun bagi Penyelewengan Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:21 WIB

Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakil Ditahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi MBG

Berita Terbaru