Prabowo: Kepemimpinan Adalah Pengabdian, Bukan Alat Kepentingan Pribadi atau Kelompok

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:19 WIB

40194 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres

ATAPKOTA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepemimpinan negara pada hakikatnya adalah pengabdian, bukan sarana untuk memenuhi kepentingan pribadi atau kelompok. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.

Dalam forum yang dihadiri hampir seluruh unsur pemerintahan pusat dan daerah tersebut, Presiden menekankan bahwa rakyat Indonesia mendambakan kehidupan yang tenteram, harmonis, serta dipimpin oleh figur yang adil dan jujur. Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik terbuka terhadap praktik kekuasaan yang selama ini kerap dinilai menjauh dari kepentingan publik.

“Mereka berharap, bahkan mendambakan pemimpin yang baik, pemimpin yang adil, pemimpin yang jujur, pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat semuanya, bukan segelintir orang. Mereka tidak suka pemimpin yang hanya memajukan kepentingan pribadinya,” ujar Prabowo.

Presiden menilai momen Rakornas ini sebagai kesempatan strategis untuk menyatukan visi kepemimpinan nasional. Ia menyebut hampir seluruh unsur pemerintahan dari pusat hingga daerah hadir secara langsung, sehingga tidak ada alasan bagi aparatur negara untuk mengabaikan pesan tersebut.

“Hari ini bagi saya adalah kesempatan yang baik. Saya bisa bertatap muka dengan hampir 99 persen pemerintah Republik Indonesia, dari tingkat pusat sampai tingkat daerah,” katanya.

Dalam taklimatnya, Prabowo juga menyinggung pandangan sebagian pihak yang kerap menyebut Indonesia sebagai the impossible nation, negara yang dianggap mustahil dikelola secara efektif karena kompleksitas geografis, sosial, dan politiknya. Bagi Prabowo, stigma tersebut justru menuntut kepemimpinan yang waspada, berpengetahuan, dan berpijak pada pemahaman sejarah bangsa.

“Kita harus jadi pemimpin yang mengerti sejarah kita, yang mengerti latar belakang bangsa kita, yang mengerti sejarah Nusantara, dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Penekanan pada pemahaman sejarah ini menjadi relevan di tengah kritik publik terhadap sebagian elite politik dan birokrasi yang dinilai abai terhadap nilai-nilai dasar pembentukan negara. Ketika kebijakan diambil tanpa sensitivitas historis dan sosial, risiko ketimpangan, konflik kepentingan, dan penyalahgunaan kewenangan semakin besar.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dibangun melalui pengorbanan besar rakyat. Oleh karena itu, setiap pemimpin baik di pusat maupun daerah, wajib menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi.

“Negara ini yang sekarang ada dalam kendali kita dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itu kita tidak boleh lupa, keberadaan kita adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat. Ini mudah diucapkan, tetapi harus dibuktikan,” tegasnya.

Pernyataan Presiden tersebut secara implisit menantang seluruh aparatur negara untuk membuktikan integritasnya, bukan melalui retorika, melainkan lewat kebijakan yang transparan, bebas konflik kepentingan, dan berpihak pada rakyat. Tanpa pembuktian konkret, seruan pengabdian berisiko berhenti sebagai slogan moral di tengah praktik kekuasaan yang masih kerap dipertanyakan publik. (Edo/red)

Berita Terkait

Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Senilai 1,5 Miliar Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Wabup Samosir Ajak Seluruh Elemen Lindungi Hak Anak
Pagelaran Seni Budaya Samosir Meriahkan PRSU ke-50, Ribuan Pengunjung Padati Gedung Pertunjukan
Bupati dan Wakil Bupati Asahan Hadiri Gerakan Indonesia ASRI Langit Biru HUT ke-25 Partai Demokrat
Empat Keluarga Korban Kebakaran di Aceh Singkil Terima Bantuan CSR dari PT Socfindo Kebun Lae Butar
Pelayanan Stroke Berstandar Dunia, RS Murni Teguh Horas Insani dan Murni Teguh Memorial Hospital Sabet Diamond Status WSO
Wali Kota Pematangsiantar Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Anak pada Peringatan Hari Anak Nasional 2026
Wali Kota Wesly Silalahi Beri Penghargaan 5 OPD Terbaik, Inspektorat Raih Nilai AKIP Tertinggi

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:22 WIB

Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Senilai 1,5 Miliar Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:52 WIB

Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Wabup Samosir Ajak Seluruh Elemen Lindungi Hak Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:00 WIB

Pagelaran Seni Budaya Samosir Meriahkan PRSU ke-50, Ribuan Pengunjung Padati Gedung Pertunjukan

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:39 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Asahan Hadiri Gerakan Indonesia ASRI Langit Biru HUT ke-25 Partai Demokrat

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:05 WIB

Empat Keluarga Korban Kebakaran di Aceh Singkil Terima Bantuan CSR dari PT Socfindo Kebun Lae Butar

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:20 WIB

Wali Kota Pematangsiantar Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Anak pada Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:20 WIB

Wali Kota Wesly Silalahi Beri Penghargaan 5 OPD Terbaik, Inspektorat Raih Nilai AKIP Tertinggi

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:10 WIB

Bupati Samosir Sambut Dandim 0210/TU yang Baru, Tekankan Pentingnya Kolaborasi Forkopimda

Berita Terbaru