ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Tiga pintu besi warna hijau ditemukan tergeletak di pinggir jalan Huta IV, Nagori Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, setelah warga melaporkannya melalui WhatsApp kepada Polsek Perdagangan pada Minggu, 1 Maret 2026. Laporan yang masuk sekitar pukul 09.53 WIB itu langsung direspons aparat.
Unit Reserse Kriminal Polsek Perdagangan bergerak kurang dari satu jam setelah menerima pesan dan foto dari warga Kelurahan Perdagangan III. Tim mendatangi lokasi dan menemukan tiga pintu besi dalam kondisi utuh, meski kotor karena diletakkan di tepi jalan baru kawasan tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menjelaskan aparat segera mencocokkan temuan itu dengan laporan kehilangan yang masuk lima hari sebelumnya.
“Kami menemukan kecocokan dengan laporan pencurian empat pintu besi milik Saudara Edi Cendana yang dilaporkan pada Rabu, 25 Februari 2026,” kata Verry saat dikonfirmasi pada hari yang sama sekitar pukul 16.30 WIB.
Polisi menelusuri data laporan dan memastikan warna, ukuran, serta ciri fisik pintu sesuai dengan yang tercantum dalam laporan polisi Nomor LP/B/67/II/2026/SPKT/Polsek Perdagangan tertanggal 25 Februari 2026.
Kepala SPK Polsek Perdagangan, AIPTU Charles Hutauruk, memimpin langsung pemeriksaan lapangan bersama tiga personel Unit Reskrim. Mereka mengamankan barang bukti untuk mencegah kemungkinan dipindahkan atau diambil pihak lain.
“Barang bukti kami amankan terlebih dahulu. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan pelapor untuk proses identifikasi kepemilikan,” ujar Charles.
Kepala Kepolisian Sektor Perdagangan, IPTU Patar Banjarnahor, S.H., M.H., menegaskan penyelidikan terus berjalan untuk memburu pelaku dan mencari satu pintu besi yang belum ditemukan.
“Kami masih mendalami bagaimana pelaku mengangkut barang yang berat ini serta alasan meninggalkannya di lokasi. Proses olah tempat kejadian perkara di dua titik—lokasi pencurian dan lokasi penemuan—sedang berjalan,” kata Patar.
Polisi memperkirakan nilai tiga pintu besi tersebut mencapai jutaan rupiah. Kerugian korban berkurang signifikan dengan ditemukannya sebagian barang yang hilang.
Warga yang melapor memilih tidak disebutkan identitasnya. Ia mengaku hanya mengirim foto dan lokasi melalui pesan singkat karena melihat benda mencurigakan di pinggir jalan. Polisi mengapresiasi partisipasi tersebut.
Menurut Verry, laporan masyarakat melalui kanal digital mempercepat respons kepolisian. “Kami membuka akses pelaporan melalui telepon maupun pesan instan. Setiap informasi akan kami verifikasi dan tindak lanjuti,” ujarnya.
Saat ini, ketiga pintu besi telah diamankan di Polsek Perdagangan sebagai bagian dari proses penyidikan. Polisi memastikan penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku dan menjunjung asas praduga tak bersalah. (AP/red)

































