SPPG Marihat Jaya Pematangsiantar Mengaku Miliki Izin IPAL, DLH Sebut Belum Ada

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026 - 02:46 WIB

40255 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tutup Ipal hanya 1 (Kiri), Saluran Pembuangan (Tengah), Pintu Depan SPPG (Kanan)

Tutup Ipal hanya 1 (Kiri), Saluran Pembuangan (Tengah), Pintu Depan SPPG (Kanan)

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mensyaratkan standar keamanan pangan yang ketat bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Salah satu syarat utama adalah kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang wajib dimiliki paling lambat satu bulan setelah SPPG mulai beroperasi.

Ketentuan tersebut ditegaskan oleh Kepala Badan Gizi Nasional dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta pada Selasa (20/1/2026). Selain standar higiene dan sanitasi, setiap SPPG juga diwajibkan memiliki sistem pengolahan limbah berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna mencegah pencemaran lingkungan.

Di Kota Pematangsiantar, salah satu unit SPPG yang beroperasi adalah SPPG Marihat Jaya yang berlokasi di Jalan Barito I. Kepala SPPG Marihat Jaya, Haidar A. Sikumbang, mengatakan bahwa dokumen SLHS untuk fasilitas tersebut masih dalam proses.

“SLHS masih dalam proses, sebenarnya sudah selesai, tetapi belum kami ambil,” ujar Haidar saat ditemui wartawan di lokasi yang pada Rabu (11/3/2026) memberikan penjelasan mengenai status perizinan tersebut.

Ketika ditanya mengenai izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Haidar menyebut fasilitas tersebut telah memiliki izin dari instansi terkait.

“IPAL sudah ada dan kami juga memiliki izin dari Dinas Lingkungan Hidup. Kalau tidak ada IPAL, tentu izin operasional kami sudah dicabut,” katanya.

Namun pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan dari Kepala Bidang di Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar, Prasiju Harahap. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini seluruh SPPG yang beroperasi di Kota Pematangsiantar disebut belum memiliki izin IPAL.

“Seluruh SPPG yang ada di Kota Pematangsiantar belum memiliki IPAL,” ujar Prasiju saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Haidar juga membenarkan adanya keluhan warga sekitar terkait bau limbah yang sempat mengalir di parit sekitar permukiman.

“Memang benar beberapa waktu lalu ada warga yang mengeluhkan bau dari air limbah yang mengalir di parit sekitar lokasi SPPG,” katanya.

Menurut Haidar, kondisi tersebut telah ditangani oleh pihak pengelola sehingga saat ini tidak lagi menimbulkan bau.

“Kami sudah melakukan penanganan dan menetralkannya. Sekarang sudah tidak ada bau lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa posisi bangunan SPPG yang lebih tinggi dibandingkan permukiman warga di sekitarnya diduga menyebabkan aliran air limbah menuju parit di kawasan tersebut.

“Lokasi SPPG kami memang agak lebih tinggi dari rumah warga. Sementara parit di bawah juga sempat tersumbat, sehingga warga mengira bau itu berasal dari limbah SPPG,” katanya.

Saat wartawan melakukan pemantauan langsung di lokasi, suasana di area SPPG terlihat relatif sepi. Beberapa pekerja tampak bersiap meninggalkan lokasi, sementara dua orang pekerja bangunan terlihat melakukan penggalian di bagian belakang bangunan yang diduga untuk pembangunan instalasi IPAL.

Ketika ditanya mengenai jumlah tenaga kerja, Haidar menyebut bahwa SPPG Marihat Jaya mempekerjakan puluhan karyawan.

“Total ada sekitar 45 orang yang bekerja di sini,” ujarnya.

Media ini masih berupaya mengonfirmasi lebih lanjut kepada instansi terkait mengenai status perizinan SLHS dan fasilitas pengolahan limbah di SPPG tersebut. (Trikut Simatupang/red)

Berita Terkait

Apeksi 2026: Wali Kota Medan Ajak Daerah Perkuat Fiskal dan Berbagi Solusi
Pemko Pematangsiantar Apresiasi Paskah Katolik 2026, Tekankan Kebersamaan dan Kepedulian Sosial
Pelantikan KAKAMMI Sumut, Wagub Soroti Ancaman Narkoba dan Tantangan Era Digital
Pengembangan Kasus, Polisi Ringkus 4 Terduga Pelaku Narkoba di Palas
Prabowo: Kekuatan Indonesia Bertumpu pada Kepemimpinan Daerah
Seskab: Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang
Menautkan Intelektualitas dan Spiritualitas: Catatan atas Dialog Refli Harun dan Galgendu
Hari Jadi ke-193 Simalungun, Wabup Samosir Tekankan Penguatan Kerja Sama Regional

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 22:23 WIB

Apeksi 2026: Wali Kota Medan Ajak Daerah Perkuat Fiskal dan Berbagi Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 19:35 WIB

Pemko Pematangsiantar Apresiasi Paskah Katolik 2026, Tekankan Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

Minggu, 19 April 2026 - 18:20 WIB

Pelantikan KAKAMMI Sumut, Wagub Soroti Ancaman Narkoba dan Tantangan Era Digital

Minggu, 19 April 2026 - 17:20 WIB

Pengembangan Kasus, Polisi Ringkus 4 Terduga Pelaku Narkoba di Palas

Minggu, 19 April 2026 - 14:09 WIB

Prabowo: Kekuatan Indonesia Bertumpu pada Kepemimpinan Daerah

Minggu, 19 April 2026 - 14:00 WIB

Menautkan Intelektualitas dan Spiritualitas: Catatan atas Dialog Refli Harun dan Galgendu

Minggu, 19 April 2026 - 11:01 WIB

Hari Jadi ke-193 Simalungun, Wabup Samosir Tekankan Penguatan Kerja Sama Regional

Minggu, 19 April 2026 - 10:20 WIB

Kadispora Medan Lepas Smartfren Fun Run 2026, UMKM dan Car Free Day Ramaikan Lapangan Merdeka

Berita Terbaru

4 pria terkait dugaan sabu di Barumun Tengah (Kiri atas), Berat sabu saat ditimbang (kanan), Barang bukti (Kiri bawah). Foto : Ist.

HUKUM & KRIMINAL

Pengembangan Kasus, Polisi Ringkus 4 Terduga Pelaku Narkoba di Palas

Minggu, 19 Apr 2026 - 17:20 WIB

Suasana pertemuan Presiden Prabowo dengan para ketua DPRD Se-Indonesia di Magelang.

NASIONAL

Prabowo: Kekuatan Indonesia Bertumpu pada Kepemimpinan Daerah

Minggu, 19 Apr 2026 - 14:09 WIB