ATAPKOTA.COM, MADINA – Polres Mandailing Natal mengungkap 11 kasus tindak pidana narkotika sepanjang Februari 2026 dalam kegiatan konferensi pers yang digelar di Aula Tantya Sudhirajati, pada Senin sore, 16 Maret 2026.
Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si., memimpin langsung pemaparan tersebut. Ia didampingi Wakapolres dan Kepala Satuan Reserse Narkoba, serta dihadiri jajaran personel kepolisian setempat.
Dalam keterangannya, Bagus Priandy menjelaskan bahwa Satuan Reserse Narkoba bersama polsek jajaran mengusut 11 laporan polisi yang berkaitan dengan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Polisi kemudian mengamankan 15 orang yang diduga terlibat, dengan peran beragam dalam jaringan peredaran. Aparat menahan sembilan orang di rumah tahanan Polres Mandailing Natal. Tiga orang lainnya dititipkan di lembaga pemasyarakatan, sementara tiga orang yang terindikasi sebagai pengguna menjalani rehabilitasi di fasilitas rehabilitasi di wilayah Padangsidimpuan.
Hasil pendalaman menunjukkan, 12 orang diduga berperan sebagai pengedar, penjual, hingga kurir dalam jaringan narkotika. Adapun tiga orang lainnya dikategorikan sebagai pengguna dan direkomendasikan untuk menjalani pemulihan.
Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain sabu seberat 9,01 gram dan ganja seberat 97.845,80 gram. Selain itu, aparat juga mengamankan satu unit mobil, tiga sepeda motor, sembilan telepon genggam, delapan alat hisap sabu, serta uang tunai sebesar Rp2.355.000.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1), Pasal 111 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta ketentuan pidana lain yang relevan.
Bagus Priandy menegaskan, kepolisian akan terus menindak peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Ia menyebut langkah penegakan hukum dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat serta melindungi generasi muda dari dampak penyalahgunaan narkoba.
Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan kondusif. Kepolisian juga memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Mandailing Natal tetap terjaga. (AP/red)

































