ATAPKOTA.COM, MALANG — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang kembali beroperasi untuk menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa di wilayah tersebut. Kegiatan ini mulai berjalan kembali pada Selasa, 31 Maret 2026.
Operasional SPPG Bantur dilaksanakan dengan mengacu pada kebijakan terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaan program MBG di lingkungan sekolah.
Program tersebut menargetkan 3.019 penerima manfaat yang berasal dari 26 lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Bantur.
Beberapa lembaga pendidikan yang menerima layanan program ini antara lain TKN Pembina, KB Permata Bunda, TK PGRI, RA RU, TK Kartini, KB Melati, KB Tunas Bangsa, SDN 01, SDN 02, SDN 03, SDN 06, SDN 07, SD YBPK, SMP Negeri 01, SMP Negeri 05, serta lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren seperti RA, MI, MTs, dan MA Mambaul Ulum; RA, MI, MTs, dan SMK Nurul Huda; serta MI, MTs, dan MA Darul Muttaqin.
Dalam kebijakan terbaru yang diterapkan, distribusi makanan mengikuti jadwal kegiatan belajar di sekolah. Artinya, pengiriman makanan hanya dilakukan pada hari sekolah berlangsung.
Apabila kegiatan belajar mengajar diliburkan, seperti pada hari Sabtu atau hari libur lainnya, maka distribusi makanan tidak dilakukan.
Selain itu, menu yang diberikan kepada siswa berupa makanan siap santap yang dikemas menggunakan wadah ompreng, sehingga lebih praktis dan memudahkan proses distribusi.
Ketua Pelayanan SPPG Bantur Afifa Berlian mengatakan pihaknya siap menjalankan program MBG sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.
“Kami siap menyalurkan program makan bergizi gratis sesuai kebijakan terbaru dari BGN, termasuk menyesuaikan distribusi dengan jadwal sekolah. Menu yang diberikan juga berupa makanan siap santap agar lebih efektif dan dapat langsung dikonsumsi oleh para siswa,” kata Afifa.
Ia berharap program MBG dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi siswa di wilayah Bantur, khususnya dalam meningkatkan asupan gizi serta mendukung proses belajar mereka di sekolah. (Arifpin Setro/red)
































